alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Sungai Bengawan Solo Tercemar Limbah Ciu, 6.000 Warga Solo Terancam Konsumsi Alkohol

Ronald Seger Prabowo Selasa, 07 September 2021 | 16:33 WIB

Sungai Bengawan Solo Tercemar Limbah Ciu, 6.000 Warga Solo Terancam Konsumsi Alkohol
Air Sungai Bengawan Solo diketahui tercemar industri rumah tangga ciu. Perusahaan Air Minum Daerah (PDAM) Solo menghentikan pengolahan air di Pos Semanggi, Pasar Kliwon. [Suara.com/Budi Kusumo]

Dari hasil sampel yang diambil, air limbah itu memiliki ciri bau seperti ciu, warna keruh dan jika terkena kulit akan gatal-gatal.

SuaraSurakarta.id - Air Sungai Bengawan Solo diketahui tercemar industri rumah tangga ciu.

Hal tersebut memaksa Perusahaan Air Minum Daerah (PDAM) Solo menghentikan pengolahan air di Pos Semanggi, Pasar Kliwon. 

"Sementara kita hentikan. Mulai tercemar pukul 06.00 WIB, pengambilan air dari Bengawan dihentikan sampai sekarang dilakukan observasi," kata Dirut PDAM Agustan di Semanggi, Selasa (7/9/2021). 

Dia memaparkan, pencemaran terjadi dari kawasan tempuran Kali Samin yang diketahui banyak buangan limbah industri ciu atau alkohol. 

Baca Juga: Selamat! Young K DAY6 Resmi Debut Solo Rilis Album 'ETERNAL'

Dari hasil sampel yang diambil, air limbah itu memiliki ciri bau seperti ciu, warna keruh dan jika terkena kulit akan gatal-gatal. 

"Sehingga air ini tidak layak untuk diolah, dan untuk sampel yang diambil terakhir pukul 10.30 WIB," katanya. 

Dirinya memperkirakan pengolahan akan dihentikan paling lama pukul 13.00WIB. Dan setelah itu pos pengolahan masih bisa dilakukan lagi. 

"Pukul 13.00 WIB sudah bisa mengolah lagi, dampaknya, sudah dievaluasi penampungan air masih aman level 3 meter lebih sedikit," ungkapnya. 

Dengan cadangan di reservoir tersebut, Agustan memastikan, pasokan untuk kebutuhan pelanggan masih tetap aman meski pengolahan dihentikan. 

Baca Juga: Nilai Bansos dari APBD Kota Solo Tidak Sesuai, Dinsos Sebut Ada Potongan Pajak

Terkait penanganan yang akan dilakukan PDAM agar tidak terjadi lagi, Agustan mengatakan, untuk jangka panjang akan dilakukan pengalihan pengambilan airnya. 

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait