alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Kasus Covid-19 Sudah Turun Drastis, Ini Penyebab Kota Solo Masih Terapkan PPKM Level 4

Budi Arista Romadhoni Kamis, 19 Agustus 2021 | 19:29 WIB

Kasus Covid-19 Sudah Turun Drastis, Ini Penyebab Kota Solo Masih Terapkan PPKM Level 4
Ilustrasi PPKM (Kolase foto/Suara.com/ANTRA)

Meski BOR dan kasus Covid-19 sudah turun drastis, Kota Solo masih terapkan PPKM Level 4

SuaraSurakarta.id - Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Kota Solo masih berstatus level 4. Padahal kasus positif Covid-19 sudah turun drastis

Berdasarkan catatan Pemkot Solo, kasus maupun tingkat keterisian tempat tidur (bed occupancy rate/BOR) isolasi 16 rumah sakit (RS) rujukan pasien positif corona terus menurun.

Menyadur dari Solopos.com, Wakil Wali Kota Solo, Teguh Prakosa, mengatakan Solo menjadi bagian dari aglomerasi Soloraya sehingga statusnya juga ditentukan kondisi daerah sekitarnya.

“Ada tiga kabupaten, yakni Sragen, Klaten, dan Boyolali yang kasusnya masih tinggi. Kalau tiga itu sudah normal turun sampai di bawah 1.000 kasus, saya kira pada pekan depan kita sudah di Level 3. Sudah bisa pelonggaran. Wonogiri biar pun tinggi enggak masuk di klaster itu. Tiga itu saja,” katanya kepada wartawan, Kamis (19/8/2021) siang.

Baca Juga: 7 Bantuan Saat Pandemi Covid-19 Selama Perpanjangan PPKM 23 Agustus, Sudah Tahu?

Untuk keluar dari level 4, Pemkot Solo dan pemerintah daerah sekitar harus bekerja sama menurunkan jumlah kasus positif corona. Butuh kerja sama semua pihak dan saling membantu.

Karena itu pula, Pemkot Solo menghibahkan sebagian donasi konsentrator oksigen ke kabupaten sekitar. Bantuan lain juga bakal dibagikan apabila kebutuhan Solo sudah terpenuhi.

Wawali sempat bakal melonggarkan sejumlah aturan pada awal pekan lalu, namun dibatalkan mengingat Instruksi Menteri masih menetapkan Solo di PPKM Level 4 meski jumlah kasus corona turun.

Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka dan Wakil Wali Kota Solo Teguh Prakosa saat upacara HUT ke-76 RI. [Suara.com/Ari Welianto]
Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka dan Wakil Wali Kota Solo Teguh Prakosa saat upacara HUT ke-76 RI. [Suara.com/Ari Welianto]

Ketimpangan Data Pusat dan Daerah

Saat ini, Pemkot fokus menyamakan data dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Jateng) dan pusat mengingat ketimpangan yang tinggi. Data juga berpengaruh terhadap penetapan kategori PPKM.

Baca Juga: Sepi Wisatawan, Kawasan Wisata Lembang Jadi Mirip Kota Mati

“Informasinya bakal diselesaikan dalam dua hari ini, sehingga kami bakal menyinkronkan data,” ucapnya. Data Pemkot sebelumnya sudah melalui verifikasi lapangan sehingga ia yakin data daerah yang mendekati benar.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait