alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Pakar Sebut Antibodi Setelah Terinfeksi Covid-19 Tetap Tinggi Hingga 9 Bulan

Budi Arista Romadhoni Rabu, 21 Juli 2021 | 21:10 WIB

Pakar Sebut Antibodi Setelah Terinfeksi Covid-19 Tetap Tinggi Hingga 9 Bulan
Ilustrasi Covid-19. Antibodi yang terbentuk usai terinfeksi Covid-19 akan bertahan hingga 6-9 bulan. (Pexels)

Antibodi yang terbentuk usai terinfeksi Covid-19 akan bertahan hingga 6-9 bulan

SuaraSurakarta.id - Penyintas Covid-19 akan memiliki antibodi yang tinggi secara alami. Bahkan antibodi yang terbentuk akan melindungi tubuh dari serangan virus Corona. 

Dilansir dari himedik.com, Penelitian dari Italia menunjukkan bahwa tingkat antibodi tetap tinggi selama sembilan bulan setelah infeksi SARS-CoV-2 virus yang menyebabkan Covid-19. Kondisi ini tetap ada pada mereka baik bergejala atau tanpa gejala. 

Mengutip dari Healthshots, para peneliti dari Universitas Padua di Italia dan Imperial College London di Inggris menguji lebih dari 85 persen dari 3.000 penduduk Vo', Padua, Italia. Pengujian dilakukan pada Februari hingga Maret tahun 2021 untuk meligat infeksi SARS-CoV-2.

Mereka kemudian mengujinya lagi pada Mei hingga November 2020 untuk menguji antibodi terhadap virus.

Baca Juga: Wiku Ungkap Alasan Indonesia Pakai Strategi Gas Rem Atasi Pandemi Covid-19

Studi yang diterbitkan dalam jurnal Nature Communications ini menemukan bahwa 98,8 persen orang yang terinfeksi pada Februari dan Maret menunjukkan tingkat antibodi yang terdeteksi pada November.

Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan antara orang yang mengalami gejala Covid-19 dan yang tidak memiliki gejala.

"Kami tidak menemukan bukti bahwa tingkat antibodi antara infeksi simtomatik dan asimtomatik berbeda secara signifikan, menunjukkan bahwa kekuatan respon imun tidak tergantung pada gejala dan tingkat keparahan infeksi," kata penulis utama studi Ilaria Dorigatti, dari Imperial College.

"Namun, penelitian kami menunjukkan bahwa tingkat antibodi bervariasi, terkadang sangat mencolok, tergantung pada tes yang digunakan," kata Dorigatti.

Hasilnya memperlihatkan bahwa sementara semua jenis antibodi menunjukkan beberapa penurunan antara Mei dan November, tingkat peluruhan berbeda tergantung pada pengujian.

Baca Juga: Guru Besar FK UI: Kasus Covid-19 Indonesia Seolah Turun, Padahal Testing Berkurang

Tim juga menemukan kasus tingkat antibodi meningkat pada beberapa orang, menunjukkan potensi infeksi ulang virus, memberikan dorongan pada sistem kekebalan tubuh.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait