facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Dulu Metode Cuci Otak, Kini Vaksin Nusantara, Ini Kontroversi Terawan

Budi Arista Romadhoni Jum'at, 16 April 2021 | 08:23 WIB

Dulu Metode Cuci Otak, Kini Vaksin Nusantara, Ini Kontroversi Terawan
Ilustrasi Dokter Terawan Agus Putranto. (Dok. Ilustrasi Suara.com oleh Iqbal)

Dokter Terawan Agus Putranto memang dikenal gigih dalam menciptakan metode pengobatan, namun hal itu malah mendapat penolakan

SuaraSurakarta.id - Vaksin Nusantara merupakan hasil penelitian dari Dokter Terawan Agus Putranto yang merupakan Mantan Menteri Kesehatan. 

Sebelum menggagas Vaksin Nusantara, Dokter Terawan juga sempat di keluarkan dari IDI karena menciptakan metode cuci otak untuk menyembuhkan penderita struk. 

Selain itu, tindakan dan pernyataan mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto kerap mengundang pro dan kontra di tengah masyarakat, terutama selama pandemi virus Corona.

Belum lama ini, usai dicopot dari jabatan Menteri Kesehatan, Terawan muncul di media dengan hasil penelitiannya yaitu Vaksin Nusantara. Namun sayangnya penelitian vaksin Covid-19 gagasanya itu dihentikan oleh BPOM RI. 

Baca Juga: Di Balik Vaksin Nusantara Terawan, Rocky Gerung: Ada Pemberontakan Senyap

Kami meranggkum kontroversi Terawan, dari metode Cuci Otak untuk menyembuhkan pasien strok yang diprotes IDI, dan tentu saja sikapnya yang guyonan dalam menghadapi Covid-19.

1. Kontroversi Metode “Cuci Otak”

Penunjukkan Terawan sebagai Menkes sempat menuai kontroversi dari berbagai pihak. Pasalnya, beberapa tahun lalu nama Terawan menjadi sorotan karena skandal cuci otak untuk menyembuhkan pasien strok dengan metode Digital Subtraction Angiography (DSA).

Lebih lanjut, Majelis Kode Etik Kedokteran (MKEK) dan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) sempat merekomendasikan sanksi pemberhentian sementara selama 12 bulan dan pencabutan izin praktik dr Terawan terkait kontroversi metode cuci otak ini.

2. Trending #SalahSiapaMembeli

Baca Juga: Siti Fadilah Jelaskan Kenapa Bersedia Jadi Relawan Vaksin Nusantara

Awal tahun 2020 lalu, saat Covid-19 mulai merebak di Indonesia, Menteri Terawan sempat menjadi topik perbincangan di Twitter. Sang Menkes menjadi trending dengan #salahsiapamembeli karena pernyataannya yang menyalahkan para pembeli masker dengan harga tinggi.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait