alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Keren! Solo Bakal Miliki Laboratorium Antidoping Pertama di Indonesia

Ronald Seger Prabowo Sabtu, 19 Desember 2020 | 17:07 WIB

Keren! Solo Bakal Miliki Laboratorium Antidoping Pertama di Indonesia
Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Republik Indonesia, Zainudin Amali, berkunjung ke RS Ortopedi Prof. Dr. Soeharso pada Jumat (18/12/2020) sore.(Solopos/Ichsan Kholif Rahman)

Solo memiliki sejarah panjang dalam olahraga Indonesia yakni Pekan Olahraga Nasional (PON) perdana.

SuaraSurakarta.id - Kota Solo balal memiliki laboratorium antidoping pertama di Indonesia. Rencananya, lokasi itu akan berada di Rumah Sakit Ortopedi Prof. Dr. Soeharso.

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali sudah berkunjung ke rumah sakit yang terletak di Pabelan, Kartasura, Jumat (18/12/2020).

Dalam kunjungan itu, turut hadir perwakilan Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Jawa Tengah, Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Solo, serta Lembaga Anti Doping Indonesia (LADI).

Zainudin memaparkan, dipilihnya Kota Solo menjadi lokasi laboratorium antidoping pertama atas sejumlah pertimbangan.

Baca Juga: Dikabarkan Ditawari Jabatan Mensos, Walikota Solo Beri Jawaban Mengejutkan

"Kota Solo memiliki sejarah panjang olahraga Indonesia yakni sebagai ruan rumah PON (Pekan Olahraga Nasional) pertama," kata dia kepada awak media.

Dia memaparkan, selama ini Indonesia selalu mengirimkan sampel ke luar negeri untuk diuji di laboratorium.

"Sedangkan secara SDM (Sumber Daya Manusia) kita sebenarnya mampu. Sehingga ada rencana membuat laboratorium antidoping ini," paparnya.

Politisi Partai Golkar itu menambahkan, pembangunan laboratorium tersebut bakal melalui koordinasi dengan Kemenkes RI.

"Sehingga rencana ini segera direalisasikan sesuai dengan World Anti Doping Agency (WADA) agar diakui juga secara internasional," tegasnya.

Baca Juga: Wali Kota Solo Dikabarkan Dapat Tawaran Jabatan Mensos, Ini Penjelasan Rudy

Sementara itu, Direktur Pelayanan Kesehatan Ditjen Pelayanan Kesehatan Kemenkes, Rita Rogayah menyebut akan menyiapkan 700 meter persegi untuk pembangunan laboratorium tersebut.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait