Ronald Seger Prabowo
Sabtu, 17 Oktober 2026 | 18:54 WIB
Konvensi Humas Indonesia di The Sunan Hotel Solo, Sabtu (17/10/2026). [Suara.com/Ari Welianto]
Baca 10 detik
  • Ketua Perhumas Boy Kelana Soebroto menyatakan AI meningkatkan risiko disinformasi di Solo pada 17 Oktober 2026.
  • Wamenkomdigi Nezar Patria menyatakan teknologi AI mengubah cara masyarakat mengakses informasi kebijakan dan kinerja suatu organisasi.
  • Praktisi humas wajib menjaga akurasi data, menerapkan etika, dan mengandalkan kebijaksanaan manusia dalam memanfaatkan teknologi.

"Tantangan terbesar kita saat ini bukan lagi akses, tetapi soal kedalaman. Memakai AI saja tidak cukup, yang menentukan adalah kapabilitas dan kebijaksanaan dalam menggunakannya," katanya.

Nezar menegaskan, AI perlu ditempatkan sebagai alat bantu kerja, bukan pengganti penalaran dan tanggung jawab manusia. Penggunaannya juga harus mengedepankan transparansi, etika, dan akuntabilitas, terutama dalam komunikasi publik.

Dengan demikian, tantangan humas di era AI tidak hanya terletak pada kemampuan mengadopsi teknologi terbaru, tetapi juga pada upaya memastikan inovasi tetap berpihak pada kebenaran dan kepentingan publik.

Kontributor : Ari Welianto

Load More