Konvensi Humas Indonesia di The Sunan Hotel Solo, Sabtu (17/10/2026). [Suara.com/Ari Welianto]
Baca 10 detik
- Ketua Perhumas Boy Kelana Soebroto menyatakan AI meningkatkan risiko disinformasi di Solo pada 17 Oktober 2026.
- Wamenkomdigi Nezar Patria menyatakan teknologi AI mengubah cara masyarakat mengakses informasi kebijakan dan kinerja suatu organisasi.
- Praktisi humas wajib menjaga akurasi data, menerapkan etika, dan mengandalkan kebijaksanaan manusia dalam memanfaatkan teknologi.
"Tantangan terbesar kita saat ini bukan lagi akses, tetapi soal kedalaman. Memakai AI saja tidak cukup, yang menentukan adalah kapabilitas dan kebijaksanaan dalam menggunakannya," katanya.
Nezar menegaskan, AI perlu ditempatkan sebagai alat bantu kerja, bukan pengganti penalaran dan tanggung jawab manusia. Penggunaannya juga harus mengedepankan transparansi, etika, dan akuntabilitas, terutama dalam komunikasi publik.
Dengan demikian, tantangan humas di era AI tidak hanya terletak pada kemampuan mengadopsi teknologi terbaru, tetapi juga pada upaya memastikan inovasi tetap berpihak pada kebenaran dan kepentingan publik.
Kontributor : Ari Welianto
Berita Terkait
Terpopuler
- Kronologi Gubernur Bali Wayan Koster Diamuk Pegawai SPBU
- Apa Manfaat dari Bedak Marcks? Kenali 5 Fungsi dan Keunggulan Variannya
- 7 Moisturizer Mengandung Formula Anti-aging untuk Wajah Kencang dan Awet Muda
- Wacana Gaji ASN Disalurkan Lewat Koperasi Merah Putih Dinilai Sebagai Langkah Mundur
- Jelang Persebaya vs PSS Sleman, Bonek Punya Misi Kemanusiaan untuk Korban Karhutla
Pilihan
-
Rakyat Kecil Jadi Korban Antrean BBM, dari Ojol Kehilangan Pendapatan hingga Kampus Terpaksa WFH
-
Singapura Bongkar 7 Perusahaan Indonesia Terkait Karhutla, Ini Daftar Lengkapnya
-
Asap Karhutla Hari Ini Sudah Sampai Jakarta dan Banten!
-
Maruli Simanjuntak Disebut Dilantik Prabowo Jadi Wakil Panglima TNI, Kamis Sore Ini
-
Kompak Berpakaian Dinas Lengkap Sambangi Istana, Perwira Tinggi TNI Siap Dilantik Prabowo
Terkini
-
AI Makin Canggih, Humas Dituntut Jaga Kepercayaan Publik dan Tangkal Disinformasi
-
Fantastis! Bupati Klaten Terima Setoran Pengusaha Tambang, Ratusan Juta Rupiah Mengalir
-
Soal Hak Angket Polemik Ijazah Gibran, Jokowi: Itu Hak Konstitusional Partai Politik di DPR
-
Jokowi Buka-bukaan Soal Isu Ijazah Palsu: Ada Penumpang Gelap dan Operasi Politik!
-
Bupati Klaten Terjaring OTT KPK di Rumah Dinas, Begini Reaksi Sang Wakil Bupati