- HM Sungkar dalam perjalanan pulang dari Magelang ke Solo dicegat oleh anggota PKI di Prambanan pada 22 Oktober 1965.
- Sungkar menemukan jenazah adik sepupunya bernama Salim bersama korban pembantaian lain di RSUD dr Moewardi Solo.
- Jenazah Salim berhasil diambil pihak keluarga dengan pengawasan ketat untuk kemudian dimakamkan di tengah situasi kota yang mencekam.
SuaraSurakarta.id - Peristiwa berdarah G30S/PKI tahun 1965 di Kota Solo masih menjadi ingatan bagi HM Sungkar, warga Kecamatan Pasar Kliwon tersebut.
Saat peristiwa tersebut, Sungkar masih berusia 22 tahun. Bahkan dalam peristiwa tersebut ada warga keturunan Arab menjadi korban, salah satunya adalah adik keponakannya bernama Salim.
Sebenarnya saat peristiwa pada hari Jumar, 22 Oktober 1965 tersebut, Sungkar tidak berada di Solo tapi di Magelang. Sungkar bersama keluarga pada malam hari pulang ke Solo.
Tapi saat berada di Prambanan dicegat oleh rombongan Pemuda Rakyat Partai Komunis Indonesia (PKI) yang menghadang masuknya tentara RPKAD. Namun bisa lolos dan sampai Solo.
"Saat peristiwa itu saat tidak melihat langsung. Saya waktu itu tanggal 22 Oktober nggak ada di Kota Solo, kebetulan saya pergi ke Magelang," ujarnya saat ditemui, Rabu (30/9/2026) sore.
"Pagi pergi ke Magelang dengan kakak, pulangnya itu malam. Jadi 22 malam itu saat kejadian di Kota Solo saya nggak ada, saya ada di Magelang," lanjut dia.
Diceritakan saat perjalanan pulang sampai di daerah Prambanan itu mobil yang dinaikinya diberhentikan oleh anak- anak PKI.
Sempat ditanya mau kemana dan dikasih tahu kalau Solo sedang ramai-ramainya serta geger.
"Saat perjalanan pulang sampai di Prambanan itu saya dihentikan oleh anak-anak PKI dan bilang 'Solo kacau'. Mereka belum menebangi pohon, setelah kami lewat jam 9-10 itu mereka menebangi pohon supaya pasukan RPKAD tidak bisa masuk, jadi dihadang dan pastinya takut banget," terangnya.
Baca Juga: Cerita Paman Aldo, Penumpang Kapal Virgo Transport 8, Niat Bekerja untuk Bantu Orang Tuanya
Sampai di Kota Solo itu tengah malam sekitar jam 12-an dan kondisinya itu sepi lalu banyak bangunan yang dibakar. Terus sampai rumah dan menanyakan ke keluarga ada apa.
"Tengah malam sampai di Solo sepi dan ada bakar-bakar. Sampai di rumah saya tanyakan, loh ada apa terus dijawab ada peristiwa, gini-gini ceritanya, pada ditembaki," sambung dia.
Ia pun sempat menghubungkan ketika dirinya dihadang di Prambanan. Waktu itu dirinya bawa botol, mereka malah bilang mau ikut-ikut ya bikin bom molotov.
"Pokoknya ceritanya nggak enak tapi nggak apa-apa, yang penting diberi jalan menuju ke Solo," ucapnya.
Saat sampai rumah kakak dan adiknya bernama Novel Ali ternyata belum sampai rumah. Kakaknya bisa masuk ke Pasar Kliwon itu jam 12.30 malam, karena kacau dan mencekam hingga ada korban berjatuhan.
Bahkan kakaknya sempat kena tembakan tapi tidak apa-apa.
Berita Terkait
Terpopuler
- Sosok Arnold Aristoteles, Mantan Jenderal yang Dimarahi Menteri PU Dody Hanggodo
- Apakah Kulkas Harus Dimatikan saat Membersihkan Bunga Es? Begini Cara yang Benar
- 5482 Korban Keracunan MBG, Viral Ucapan Wapres Gibran: Bawa Bekal dari Rumah, MBG Jangan Dimakan
- 12 Pilihan Mesin Cuci Langsung Kering Tanpa Jemur
- Angka Hoki Shio untuk Menarik Rezeki dan Keberuntungan Finansial
Pilihan
-
Reshuffle Kabinet: 'Orang Jokowi' Tersingkir, Sugiono Disebut Rangkap Jadi Menko PMK
-
Diberhentikan dari Kapolri, Listyo Sigit Prabowo Disebut Bakal Jadi Kepala KSP
-
Listyo Diberhentikan, Suyudi Dilantik Prabowo Siang Ini Jadi Kapolri Baru Usai Disetujui DPR
-
Listyo Sigit Prabowo Segera Diganti, DPR Setujui Komjen Suyudi Ario Seto Jadi Kapolri
-
Masinis Argo Bromo Anggrek Jadi Tersangka Kecelakaan Kereta di Bekasi
Terkini
-
Usai Tunjukan KTA, Jokowi Tegaskan Serius Besarkan PSI
-
Jokowi Buka Suara Soal Penunjukan Komjen Suyudi Gantikan Listyo Sigit: Sudah Saatnya!
-
Saksi Hidup G30S Bongkar Peran Karno Gejik, Eksekutor PKI yang Catat Daftar Nama Warga untuk Dibunuh
-
Dulu Buka Jalan Gibran Lewat MK, Kini Almas Tiba-tiba Dukung Denny Indrayana Usut Ijazah Wapres!
-
Morinaga Soya Lanjutkan Soyalympic ke Yogyakarta dan Solo, Ajak Anak Berani Bereksplorasi