- Pakar lingkungan UNS Prof. Prabang Setyono menyatakan pemotongan anggaran penanggulangan bencana menurunkan kesigapan pemerintah daerah dalam penanganan darurat.
- Kebakaran di TPA Putri Cempo terjadi akibat terbentuknya segitiga api yang menghubungkan oksigen, cuaca panas, dan gas metana.
- Solusi pencegahan kebakaran TPA meliputi penggunaan pipa penyalur gas metana, pemantauan drone, serta pembuatan kolam sedimen.
"Baru segitiga yang ketiga itu namanya bahan bakar, bahan bakarnya itu ada metana di situ. Nah, ketika segitiga itu terhubung mesti muncul api. Mungkin di TPA lain segitiga apinya itu belum terbentuk, belum terhubung," katanya.
Sebagai solusi, bagaimana gas metana itu bisa disalurkan karena kalau angin dan oksigen itu tidak bisa dimenej. Biasanya settingannya itu sanitary landfill ada pipa-pipa untuk menyalurkan gas metana itu.
Sehingga nanti pada ujungnya kemudian ditarik ke atas dan dibakar biar gas metana itu hilang. Bahkan bisa dimanfaatkan untuk kompor gas.
Kalau memang sanitary landfill pipa-pipa tidak ready, ya sudah berati namanya monitoring.
"Mobile monitoringnya begini, ketika musim panas ini sudah bisa diprediksi maka bisa patroli lewat pesawat drone dengan menggunakan sensor panas. Itu nanti bagaimana mereka mensurvei titik mana yang panasnya sudah di atas angka 60-70 derajat. Karena kalau sudah 70 derajat kemudian segitiga apinya itu potensial terbentuknya tinggi, nah ketika ada suhu di atas itu bisa terdeksi," tandas dia.
"Segere diterbangkan lagi pesawat drone yang sama tapi untuk menyemprotkan air. Jadi itu pembasahan, ini agar suhunya turun dari 70 derajat menjadi 40 derajat atau 30 derajat," lanjutnya.
Prabang mengaku sudah berkoordinasi dengan pemkot soal permasalahan di TPA Putri Cempo, sudah dibuat mapping bahkan punya pikiran semacam kolam, jadi ada air disekitar itu. Sehingga ketika menjadi kebakaran, emergency tidak perlu cari air ke sungai-sungai.
"Tapi ya persoalan pendanaan sehingga agak tertunda dalam pembuatannya itu. Modelnya itu nanti mengitari di lahan putri cempo, jadi dibuat semacam sendimen trap. Artinya kalaupun nanti turun hujan maka airnya akan terjebak di situ kemudian di situ kan ada sendimen nya, nah sehingga ketika ada bahan baku untuk pemadam yang ada terdekat di situ," ucap dia.
"Yang saya usulkan sendimen diambil sekaligus airnya untuk menutup mana api itu berasal. Karena biasanya api itu berasal, di situ lah mesti ada yang namanya celah-celah, di bawahnya itu bisa jadi gas metana itu ada di bawah, bisa 1,5 meter atau 1 meter hanya terekspos apinya itu di permukaan. Itu kalau hanya menggunakan air maka yang mati hanya di permukaan tapi ketika air mau masuk di celah-celah sudah terlanjur terjadi penguapan sehingga airnya hilang," tandasnya.
Baca Juga: Terharu! Pemilik Warung Asal Aceh Ini Beri Makan Gratis untuk Sesama Perantau Sumatera di Solo
"Tapi kalau dengan sendimen, sendimen itu akan menutup celah-celahnya. Maka sudah tidak ada lagi celah yang terekspos keluar, metana otomatis tertimbun ke bawah," pungkas dia.
Kontributor : Ari Welianto
Berita Terkait
Terpopuler
- Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas
- Panitia Batalkan Undang Raffi Ahmad di GSI Youth Fest Hero Summit
- Prestasi Kinclong Netty Rosdiana Siagian: Mundur dari Polri, Tak Sejalan dengan Hati Nurani
- Kenapa Raffi Ahmad Diboikot? Ini Kronologi Acara Sumpah Pemuda sampai Rans Carnival Sepi
- Sejumlah Jenderal Diperiksa Propam, Ini Respons Mabes
Pilihan
-
Konser Andrea Bocelli di JIExpo Ricuh: Massa Bakar Pembatas Jalan, Wartawan Terhantam Batu
-
Jenderal Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo
-
Tak Perlu Bongkar Kitab, Muhammadiyah Bikin AI Khusus ChatHPT untuk Jawab Persoalan Agama
-
Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas
-
Gempa M 5,5 Guncang Laut Barat Laut Tanimbar, Getaran Terasa hingga Saumlaki
Terkini
-
Raffi Ahmad Batal, Ndarboy Genk dan Bayu Skak Putuskan Mundur, GSI Youth Fest di Solo Tetap Digelar
-
Belasan Karyawan Pabrik Tas Perempuan di Solo Alami Kesurupan, Teriak-teriak Histeris
-
Kisah Cinta Putri Mangkunegaran dan Bos Rosalia Indah: Sempat Putus 10 Tahun, Kini Bersemi Lagi
-
MilkLife Strikers Lolos ke Final Singa Cup 2026, Tantang Wakil Malaysia
-
Geger Penggeledahan Ponpes Hamalatul Quran, Kapolres Sukoharjo Dinonaktifkan!