Budi Arista Romadhoni
Selasa, 21 Juli 2026 | 15:22 WIB
Sinuhun PB XIV Hangabehi saat meninjau salah satu bangunan yang di revitalisasi. [Suara.com/Ari Welianto]
Baca 10 detik
  • Pemerintah pusat memulai revitalisasi 13 bangunan bersejarah di Keraton Kasunanan Surakarta mulai Kamis, 23 Juli 2026 mendatang.
  • Fokus utama proyek adalah konservasi Museum Keraton untuk menyelamatkan ribuan koleksi benda cagar budaya yang sangat berharga.
  • Pengerjaan seluruh titik bangunan ditargetkan rampung pada Desember 2026 guna menjaga keaslian struktur cagar budaya tersebut.

SuaraSurakarta.id - Keraton Kasunanan Surakarta mulai memasuki tahap revitalisasi besar-besaran. Sebanyak 13 bangunan bersejarah akan dikerjakan secara serentak mulai pekan ini, dengan Museum Keraton menjadi prioritas utama untuk menyelamatkan dan mengonservasi ribuan koleksi benda cagar budaya yang tersimpan di dalamnya.

Sinuhun Paku Buwono (PB) XIV Hangabehi meninjau langsung kesiapan revitalisasi di kawasan Keraton, Selasa (21/7/2026). Sejumlah titik yang dikunjungi antara lain Bangsal Pradonggo dan Museum Keraton, yang akan menjadi lokasi awal pengerjaan.

Pantauan di lapangan, Bangsal Pradonggo telah memasuki tahap pembongkaran pada bagian bangunan yang mengalami kerusakan, sementara struktur utama seperti tiang penyangga tetap dipertahankan demi menjaga keaslian bangunan cagar budaya.

"Ya ini baru mau dimulai. Yang ini (Bangsal Pradonggo) kita upayakan dulu. Karena tidak bisa ditunda-tunda lagi," ujar PB XIV Hangabehi usai mengikuti prosesi wilujengan di Bangsal Maligi.

Menurutnya, pengerjaan diawali dari bagian atap dan struktur yang paling mendesak agar kerusakan tidak semakin meluas. Selanjutnya, revitalisasi akan dilakukan bersama Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah X DIY-Jawa Tengah di seluruh titik yang telah ditetapkan.

"Ini mengupayakan dulu yang atas agar tidak jadi beban, jadi dikerjakan di awal-awal dulu. Setelah ini akan dikerjakan di bagian lain dan dilakukan secara maksimal," katanya.

PB XIV menegaskan, Museum Keraton menjadi fokus utama karena menyimpan banyak koleksi bersejarah yang harus dikonservasi sesuai standar pelestarian.

"Fokus paling banyak memang di museum, karena koleksinya harus dikonservasi semua, didata, dan diinventarisasi. Ini harus dilakukan dengan mekanisme yang benar karena menyimpan banyak koleksi yang benar-benar harus terawat untuk masa depan," ujarnya.

Revitalisasi dijadwalkan mulai Kamis (23/7/2026). Seluruh pekerjaan di 13 titik akan dilakukan secara bersamaan agar target penyelesaian pada Desember 2026 dapat tercapai.

Baca Juga: Akses Keputren dan Ruang Pusaka Masih Dikunci, Revitalisasi Keraton Solo Terhambat

"Insya Allah Kamis sudah mulai. Tim dari BPK akan turun ke lapangan, tinggal memindahkan beberapa koleksi ke tempat yang layak dan aman," katanya.

Adapun bangunan yang masuk dalam tahap revitalisasi meliputi Pagelaran, Siti Hinggil, Kasentanan, Panti Pidono, Bangsal Pradonggo, Museum Keraton, Keraton Kulon, kawasan Pakubuwanan, Langgen Katon, serta sejumlah bangunan bersejarah lainnya.

"Tahun ini kami targetkan selesai 13 titik ini. Tahun depan baru dilanjutkan ke titik-titik lainnya," imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Lembaga Dewan Adat (LDA) Keraton Surakarta, GRAy Koes Moertiyah Wandansari atau Gusti Moeng, mengatakan prosesi wilujengan digelar sebagai bentuk doa sebelum dimulainya revitalisasi kawasan Keraton.

Ia menyebut seluruh pekerjaan dibiayai pemerintah pusat, sementara pihak Keraton berperan mendampingi proses pelaksanaan revitalisasi.

"Ada 13 titik di Keraton yang akan direvitalisasi. Untuk dana dari pemerintah pusat, kami tidak mengetahui besarannya karena Keraton hanya menerima pelaksanaan pekerjaannya, bukan pengelolaan anggarannya," kata Gusti Moeng.

Load More