- Kenaikan harga aspal sebesar 30 hingga 40 persen menyebabkan sejumlah proyek perbaikan jalan di Kota Solo terhambat.
- Proyek terdampak meliputi paket pemeliharaan rutin serta empat paket peningkatan jalan di beberapa ruas wilayah Kota Solo.
- Pemkot Solo berencana menyesuaikan peraturan harga satuan untuk memastikan proyek prioritas tetap dapat terlaksana tahun ini.
SuaraSurakarta.id - Sejumlah proyek perbaikan jalan di Kota Solo terhambat atau tertunda. Penghambatan proyek tersebut disebabkan adanya harga aspal naik hingga 30-40 persen.
Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Solo, Joko Supriyanto mengatakan ada sejumlah paket pekerjaan jalan di Kota Solo yang terhambat dan bisa kemungkinan tidak bisa dikerjakan.
Paket proyek tersebut ada yang belum proses lelang, tapi ada juga yang sudah masuk proses lelang.
"Kalau yang sudah lelang itu satu paket pemeliharaan rutin jalan. Ini kan karena terdampak kenaikan harga aspal, naiknya itu cukup signifikan, jadi mereka mau beli itu tidak pakai harga lama tapi baru," terangnya saat dikonfirmasi, Kamis (23/4/2026).
Joko menjelaskan semua paket proyek perbaikan jalan itu terdampak, karena memang itu pekerjaan yang memakai aspal.
Kalau yang proses lelang itu ada empat paket, di ruas Jalan Kolonel Sugiono, Jalan Dr Cipto Mangunkusumo, terus paket Jalan Ontorejo, dan Koridor Jalan Yos Sudarso.
"Kalau pemeliharaan itu banyak ruas. Tapi kalau yang peningkatan jalan itu ada empat paket. Sebenarnya saat ini sudah mau masuk proses lelang," ungkap dia.
Joko mengatakan nilai anggaran untuk empat paket pekerjaan jalan itu berbeda. Paket koridor Jalan Yos Sudarso sebesar Rp 11 miliar, paket Jalan Kolonel Sugiono Rp 4 miliar, paket Dr Cipto Mangunkusumo Rp 1,3 miliar, sedangkan paket Jalan Ontorejo sebesar Rp 900 juta.
"Kalau yang pemeliharaan rutin jalan itu kontraknya sampai Rp 2,9 miliar. Tapi yang sudah berkontrak baru satu," katanya.
Baca Juga: Duh! Persis Solo Punya Tunggakan Hutang Rp1,5 Miliar ke Pemkot dari Sewa Stadion Manahan
Joko menyebut ada kemungkinan empat paket perbaikan jalan itu tertunda atau tidak dikerjakan tahun ini.
"Ada kemungkinan tertunda. Kan nggak mungkin kita lelang sekarang, karena tidak mungkin pakai harga lama. Ini di semua daerah di Soloraya juga menunggu, sama-sama menunggu," ujar dia.
Joko mengaku bisa saja paket proyek bisa secepatnya dikerjakan tapi harus ada perubahan perwali tentang harga satuan pokok kegiatan (HSK).
"Ini kami sudah dirapatkan melibatkan inspektorat juga, kemungkinan nanti tercepat itu merubah perwali tentang HSPK. Perubahan ini untuk menyesuaikan harga yang sekarang," imbuhnya.
Sementara itu Wali Kota Solo Respati Ardi mengatakan intinya nanti skala prioritas. Tapi nanti akan disesuaikan dengan harga sekarang tapi agak tertunda tapi tetap akan kita lakukan di tahun ini, karena kita yakin fiskal kita kuat, yang penting masyarakat tetap bisa menjalankan ekonomi dengan baik, hanya diberbagai sektor tapi kami akan tetap menyelesaikan pekerjaan di tahun ini," jelas dia.
"Jadi prioritas yang jelek dulu, kita kerjakan. Yang kita utamakan di Solo Utara dulu di Jalan Pier Tendean dan Jalan Kolonel Sugiono, itu yang utama dan sudah dinanti masyarakat," lanjutnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- 3 Rekomendasi Helm Half Face Rp200 Ribuan yang Paling Dicari Bikers, Nyaman Buat Harian
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
- Defisit APBN 'Cuma' 0,91 Persen, Purbaya Khawatir Kementerian-Lembaga Minta Anggaran Tambahan
Pilihan
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
-
Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699
-
Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
-
Ada Pelantikan di Istana Sore Ini, Pratikno Ngaku Dapat Undangan Mendadak
Terkini
-
Kisah Ahda Dhiyaurrohman, Korban Kapal Virgo Transport 8 Asal Solo, Nekat Merantau Tanpa Restu Ortu
-
Dewi Natalia, Mantri BRI yang 14 Tahun Dampingi Pedagang dan Lawan Jerat Rentenir
-
Warung Makan Non Halal di Sukoharjo Diduga Dibakar oleh OTK
-
Holding Ultra Mikro 5 Tahun, Jutaan UMKM Makin Berdaya
-
Mantan PMI Tati Purwanti Kembangkan Bubur Cirebon hingga Jantung Kota Taipei