- Toyota Alphard Generasi Pertama, dulu berharga miliaran, kini dijual seharga LCGC baru di pasar mobil bekas.
- MPV mewah yang masuk Indonesia sekitar 2002 ini terkenal sangat nyaman berkat kabin luas dan suspensi empuk.
- Pembeli perlu waspada terhadap konsumsi BBM boros, potensi masalah kelistrikan, dan dimensi mobil yang besar.
SuaraSurakarta.id - Memiliki mobil mewah dengan kenyamanan tingkat tinggi kerap menjadi impian banyak orang. Namun, harga barunya yang selangit seringkali menjadi penghalang.
Kini, sebuah fenomena menarik terjadi di pasar mobil bekas, di mana sebuah MPV yang dulu menjadi simbol status sosial para 'sultan' bisa dimiliki dengan harga setara mobil LCGC baru.
Inilah fenomena Toyota Alphard Generasi Pertama (Gen 1). Mobil yang pada masa jayanya dibanderol antara Rp800 juta hingga lebih dari Rp1 miliar ini, sekarang bisa ditemukan di bursa mobil bekas dengan harga yang sangat menggiurkan.
Saat pertama kali masuk ke Indonesia sekitar tahun 2002 melalui importir umum, Alphard langsung mendefinisikan ulang standar kemewahan sebuah MPV. Ia dijuluki "mobil raja" bukan tanpa alasan.
Kabinnya yang super luas, jok empuk layaknya sofa, serta suspensi lembut yang membuat perjalanan jauh terasa nyaman menjadi daya tarik utamanya. Memilikinya saat itu adalah sebuah penegasan status sosial.
Namun, dua dekade berlalu, takhta kemewahan itu kini bisa ditebus dengan harga yang jauh lebih merakyat.
Harga Anjlok, Godaan Semakin Kuat
Seiring berjalannya waktu dan pergantian generasi, harga Alphard Gen 1 mengalami depresiasi yang sangat signifikan.
Berdasarkan ulasan dari kanal YouTube Big Brake, per tahun 2025, harga pasaran untuk unit dengan kondisi baik berada di rentang Rp150 juta hingga Rp300 jutaan.
Baca Juga: Harga Mobil Brio Bekas Antara Tahun 2018 Hingga 2020
Bahkan, penelusuran di berbagai marketplace online menunjukkan ada unit yang ditawarkan dengan harga mulai dari Rp70 jutaan, meskipun tentu dengan kondisi yang perlu perhatian ekstra. Penurunan harga drastis inilah yang menjadikannya "jackpot" bagi mereka yang mendambakan sensasi premium dengan anggaran terbatas.
Meskipun usianya tak lagi muda, pesona Alphard Gen 1 belum sepenuhnya luntur. Beberapa keunggulan utamanya masih sangat relevan hingga kini:
- Kenyamanan Tak Tertandingi: Ruang kabin yang sangat lega dan jok yang nyaman masih menjadi nilai jual utama.
- Suspensi Empuk: Karakter suspensinya yang lembut memberikan pengalaman berkendara yang tenang dan minim guncangan.
- Mesin Terbukti Andal: Mesin berkode 2AZ-FE (2.400 cc) dan 1MZ-FE (3.000 cc) dikenal bandel dan perawatannya tidak terlalu rumit, dengan
- ketersediaan suku cadang yang masih melimpah.
- Desain Abadi:Tampilannya yang boxy namun elegan membuatnya tidak terlihat usang dan masih memancarkan aura kemewahan di jalan.
Waspada, Ini 'Penyakit' Bawaan yang Perlu Diperhatikan
Di balik godaan harga murah dan kemewahan yang ditawarkan, calon pemilik wajib memahami beberapa "penyakit" atau kelemahan yang kerap menghantui Alphard Gen 1.
Mempersiapkan dana tambahan untuk perbaikan adalah langkah bijak sebelum meminangnya.
Pertama adalah konsumsi bahan bakar yang boros. Mengingat bobotnya yang berat dan kapasitas mesin yang besar, efisiensi BBM bukanlah keunggulannya, terutama untuk penggunaan di perkotaan yang padat.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- 3 Rekomendasi Helm Half Face Rp200 Ribuan yang Paling Dicari Bikers, Nyaman Buat Harian
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
- Defisit APBN 'Cuma' 0,91 Persen, Purbaya Khawatir Kementerian-Lembaga Minta Anggaran Tambahan
Pilihan
-
Purbaya Ogah Bicara Panjang Saat Sertijab Menkeu ke Suahasil: Terima Kasih Semua
-
Apa Salah Purbaya hingga Dipecat Lewat Panggilan Telepon?
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
-
Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699
Terkini
-
Cerita Paman Aldo, Penumpang Kapal Virgo Transport 8, Niat Bekerja untuk Bantu Orang Tuanya
-
Kisah Ahda Dhiyaurrohman, Korban Kapal Virgo Transport 8 Asal Solo, Nekat Merantau Tanpa Restu Ortu
-
Dewi Natalia, Mantri BRI yang 14 Tahun Dampingi Pedagang dan Lawan Jerat Rentenir
-
Warung Makan Non Halal di Sukoharjo Diduga Dibakar oleh OTK
-
Holding Ultra Mikro 5 Tahun, Jutaan UMKM Makin Berdaya