Ronald Seger Prabowo
Jum'at, 06 Juni 2025 | 13:19 WIB
Wapres Gibran Rakabuming Raka saat salat Idul Adha di Masjid Raya Sheikh Zayed Solo, Jumat (6/6/2025). [Suara.com/Ari Welianto]

Berbeda dengan shalat pada umumnya, shalat Idul Adha tidak didahului dengan azan maupun iqamah. Begitu juga dengan niat dan anjuran takbir juga berbeda.

Shalat Idul Adha dianjurkan dilaksanakan pada awal waktu setelah matahari terbit. Hal ini dimaksudkan agar memberi kesempatan yang luas kepada masyarakat yang hendak berkurban setelah shalat Idul Adha. Sementara batas akhir shalat Idul Adha adalah sebelum waktu Zuhur tiba pada hari yang sama, 10 Dzulhijjah.

Ustadz Mahbib kemudian membeberkan tata cara shalat Idul Adha dengan mengutip keterangan dari kitab Fashalatan karya Syekh KHR Asnawi, salah satu pendiri Nahdlatul Ulama asal Kudus. Mulai niat, takbir, membaca surat Al Fatihah, melanjutkan rakaat kedua, menyimak kutbah.

Bacaan pada Lebaran Idul Fitri dan Lebaran Idul Adha sebenarnya sama saja. Hanya yang membedakannya adalah waktu membacanya. Takbir Idul Adha masih akan terus dibaca hingga berakhirnya hari tasyrik, pada 13 Dzulhijjah.

Dilansir dari NU Online, ada dua jenis takbir Idul Adha maupun Idul Fitri. Sebagaimana dijelaskan oleh Syekh Abu Abdillah Muhammad ibn Qasim as-Syafi'i dalam Fathul Qarib al-Mujib bahwa takbir pada saat hari raya Id terbagi menjadi dua macam, yaitu mursal dan muqayyad.

Kontributor : Ari Welianto

Load More