SuaraSurakarta.id - Wong Solo Group terus mengembangkan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk memastikan kebutuhan Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi anak-anak sekolah terpenuhi.
Setelah sukses menjalankan program ini di Dusun Kelipan, Gagaksipat, Ngemplak, Boyolali, kini SPPG diperluas ke wilayah Gentan, Baki, Sukoharjo.
Owner Wong Solo Group, Puspo Wardoyo menjelaskan, langkah ini bertujuan untuk memastikan program MBG berjalan efektif dan dapat diadopsi oleh pemerintah tanpa kendala.
Puspo menegaskan bahwa pengalaman panjangnya di industri kuliner dan katering menjadi jaminan bahwa program ini bisa dikelola secara profesional.
"Saya memberi contoh bagaimana MBG yang dibiayai APBD bisa berjalan tanpa masalah. Kami sudah berpengalaman di bidang katering, sehingga tahu bagaimana operasional yang baik," ujar Puspo Wardoyo, Minggu (2/2/2025).
Saat ini, terdapat empat dapur yang tersebar di dua titik SPPG, yakni di Ngemplak, Boyolali, dan Gentan, Sukoharjo.
Setiap dapur mampu memproduksi hingga 6.000 porsi makanan bergizi per hari. Untuk menjalankan operasional ini, dibutuhkan anggaran sekitar Rp 250 juta per hari untuk satu dapur.
Keberlanjutan program ini juga bergantung pada fasilitas pendukung yang memadai, termasuk sistem operasional yang standar dan peralatan dapur yang memenuhi syarat.
Tak hanya itu, modal yang kuat juga menjadi faktor kunci dalam menjaga keberlanjutan layanan MBG.
Baca Juga: Kronologi Keracunan Massal di Sukoharjo, Lauk Ayam Tepung Sudah Basi?
Sebelumnya, Puspo Wardoyo mengeluarkan dana pribadi hingga belasan miliar rupiah untuk memastikan program ini berjalan selama dua hingga tiga minggu awal.
Namun, saat ini, sebagian dana operasional sudah mulai mendapatkan pembayaran dari Pemerintah Pusat.
"Alhamdulillah, sekarang sudah ada pembayaran. Jadi sudah tidak terkendala," jelasnya.
Keberhasilan SPPG Wong Solo Group mendapat perhatian dari pemerintah. Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas RI, Rachmat Pambudy, bahkan telah meninjau langsung SPPG di Gagaksipat, Ngemplak, pada pertengahan Januari lalu.
Dalam kunjungannya, Rachmat menilai dapur MBG telah memenuhi standar kebersihan dan higienitas yang tinggi.
Modifikasi sistem dapur juga menjadi poin penting, di mana awalnya satu dapur melayani 6.000 penerima manfaat, kini dibagi menjadi dua dapur dengan kapasitas masing-masing 3.000 penerima manfaat.
Berita Terkait
Terpopuler
- Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas
- Panitia Batalkan Undang Raffi Ahmad di GSI Youth Fest Hero Summit
- Sejumlah Jenderal Diperiksa Propam, Ini Respons Mabes
- Jenderal Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo
- Margarito Kamis Jelaskan Isi Putusan MA, RI Tak Lagi Punya Wakil Presiden yang Sah?
Pilihan
-
Helikopter Penerbad Mi-17 Jatuh Saat Padamkan Karhutla di Pematang Limau, Dua Personel Hilang
-
Hanya Sebulan di Istana, Presiden Prabowo Pecat Listyo Sigit Prabowo
-
Tersandung Skandal Penyadapan, Prabowo Pecat Listyo Sigit dari KSP dan Tunjuk Letjen Ariyo Jadi Plt
-
Nusron Wahid Diperiksa KPK Terkait Suap HGB
-
Konser Andrea Bocelli di JIExpo Ricuh: Massa Bakar Pembatas Jalan, Wartawan Terhantam Batu
Terkini
-
Raffi Ahmad Batal, Ndarboy Genk dan Bayu Skak Putuskan Mundur, GSI Youth Fest di Solo Tetap Digelar
-
Belasan Karyawan Pabrik Tas Perempuan di Solo Alami Kesurupan, Teriak-teriak Histeris
-
Kisah Cinta Putri Mangkunegaran dan Bos Rosalia Indah: Sempat Putus 10 Tahun, Kini Bersemi Lagi
-
MilkLife Strikers Lolos ke Final Singa Cup 2026, Tantang Wakil Malaysia
-
Geger Penggeledahan Ponpes Hamalatul Quran, Kapolres Sukoharjo Dinonaktifkan!