SuaraSurakarta.id - Gunung Lawu acap kali disebut sebagai salah satu destinasi pendakian yang cukup mistis. Sebab, cerita mistis di Gunung Lawu dipercaya oleh masyarakat luas. Gunung Lawu sendiri terletak di perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur.
Selain karena memiliki panorama yang sangat indah, Gunung Lawu juga menjadi destinasi favorit untuk dinikmati para pendaki. Ketinggian gunung ini adalah 3.265 meter di atas permukaan laut.
Meski dikenal horor, cerita mistis yang beredar di tengah masyarakat itu justru menjadi tantangan tersendiri bagi para pendaki. Dewasa ini, banyak sekali hal-hal mistis yang terjadi pada pendaki Gunung Lawu, mulai dari hilang berbulan-bulan dan ditemukan, hingga tewas karena berbagai hal.
Cerita mistis Gunung Lawu tak bisa dilepaskan dari legenda yang dipercaya oleh masyarakat setempat. Masyarakat percaya bahwa Gunung Lawu merupakan sebuah kutukan dari raja terakhir kerajaan Majapahit, Prabu Brawijaya V.
Seperti diketahui, Gunung Lawu memiliki tiga puncak, yakni Hargo Dalem, Hargo Dumiling, dan Hargo Dumilah. Warga setempat meyakini bahwa ketiga puncak tersebut dijaga oleh dua makhluk gaib, yakni Dipa Menggala dan Wangsa Manggala.
Semula, dua penjaga itu adalah manusia biasa yang menemani Prabu Brawijaya mengasingkan diri. Keduanya kemudian diangkat menjadi penguasa dan patih yang membawahi semua makhluk gaib yang ada di Gunung Lawu.
Setelah diangkat, Dipa Menggala kemudian diberi gelar Sunan Gunung Lawu. Sementara patihnya patihnya, Wangsa Menggala bergelar Kiai Jalak. Keyakinan tersebut selalu diceritakan secara berulang-ulang dan turun temurun oleh masyarakat.
Karena itulah, ketiga puncak Gunung Lawu dianggap sebagai tempat yang sakral. Puncak Hargo Dalem sendiri dipercaya merupakan tempat mmenghilangnya Prabu Brawijaya V.
Baca Juga: Nikmati Keindahan di Area Gunung Lawu, Para Biker dan Wawan Tembong Eksplorasi Pakai Yamaha WR 155 R
Keberadaan Pasar Setan yang Bikin Pendaki Merinding
Salah satu hal mistis yang dipercaya oleh para pendaki dan masyarakat sekitar adalah adanya Pasar Setan. Pasar Setan adalah kawasan yang memungkinkan para pendaki mendengarkan keramaian gaib di jalur pendakian Gunung Lawu.
Biasanya, juru kunci akan memberikan nasihat agar tidak membeli atau menerima barang yang ditawarkan oleh orang-orang yang ditemui di lereng. Sebab, penjual yang tiba-tiba ada itu bukan manusia, melainkan makhluk gaib penghuni Pasar Setan.
Dari berbagai cerita yang ada, pendaki yang melewati jalur pendakian Cetho akan mendengar sayup-sayup suara yang ramai seperti pasar. Namun, pasar tersebut tidak kelihatan alias gaib.
Nah, itulah kisah mistis Gunung Lawu dan berbagai kepercayaan yang kerap kali membuat para pendaki merinding.
Kontributor : Dinnatul Lailiyah
Berita Terkait
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
Keren! Warga Nguter Sukoharjo Buat Replika Menara Eiffel Setinggi 23 Meter dari Ratusan Bambu
-
Transformasi Digital BRI Bersama Danantara, BRImo Layani 49,7 Juta Pengguna
-
Sosok Mantan Napiter Bom Bali 1 Jack Harun, Sekarang Dikenal Sebagai Akademisi Bergelar Magister
-
Jokowi akan Hadir di Sidang Tahunan MPR RI dan Upacara HUT RI ke-81, Sudah Siapkan Baju Adat
-
Jokowi Tantang dr Tifa, Kalau Yakin 100 Persen Ijazahnya Palsu: Buktikan di Persidangan!