Isu tersebut juga ahistoris, karena menegasikan sejarah kepemimpinan politik di Indonesia yang sebagiannya diisi oleh dinasti yaitu anak atau keluarga tokoh politik yang pernah duduk di kursi kepemimpinan Indonesia.
Namun sisi lainnya, menurut Yunanto, keturunan politisi memiliki keuntungan yakni mendapatkan pendidikan politik secara intens dari orang tua atau pendahulunya.
"Hal ini karena mereka meyakini bahwa dunia politik itu medan perjuangan yang akan memberikan kemaslahatan bagi bangsa dan negara. Otomatis para orang tua ini mendukung putra-putrinya terjun di dunia politik. Masyarakat tak perlu ambil pusing tentang politik dinasti, apakah dia keturunan Soekarno, Suharto, SBY atau Jokowi atau masyarakat biasa lain. Yang terpenting bagaimana prosedur seseorang menjadi pemimpin politik sudah sejalan dengan prinsip demokrasi dan bukan karena warisan turun temurun," katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP RAM 8 GB Harga di Bawah Rp1,5 Juta: Kamera Bagus, Performa Juara
- Link Gratis Baca Buku Broken Strings, Memoar Pilu Aurelie Moeremans yang Viral
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
- 4 Mobil Bekas Rp50 Jutaan yang Ideal untuk Harian: Irit, Gesit Pas di Gang Sempit
- 5 Cat Rambut untuk Menutupi Uban: Hasil Natural, Penampilan Lebih Muda
Pilihan
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
-
Akun RHB Sekuritas Milik Wadirut Dijebol, Ada Transaksi Janggal 3,6 Juta Saham BOBA
-
Danantara Janji Bangkitkan Saham Blue Chip BUMN Tahun Ini
-
Gurita Bisnis Adik Prabowo, Kini Kuasai Blok Gas di Natuna
-
Klaim "Anti Banjir" PIK2 Jebol, Saham PANI Milik Aguan Langsung Anjlok Hampir 6 Persen
Terkini
-
Tak Lagi Menjabat Petugas Partai, FX Rudyatmo Pilih Kembali Jadi Tukang Las
-
Tak akan Pindah Partai! FX Rudy Tegaskan Siap Berjuang Menangkan PDIP di 2029
-
Link Saldo DANA Kaget Hari Ini: Klaim Rp149 Ribu dari 4 Link Spesial!
-
7 Fakta Kasus Sapi Diracun di Nganjuk, Pelaku Incar Harga Murah dengan Modus Keji
-
Perjuangan Ibu Balita Pengidap Penyakit Langka di Karanganyar, Bertahan Hidup dari Live TikTok