Scroll untuk membaca artikel
Budi Arista Romadhoni
Senin, 02 Januari 2023 | 14:55 WIB
 Evakuasi korban tewas yang terjadi dari kereta api. [Istimewa]

SuaraSurakarta.id - Seorang penumpang kereta api Mutiara Selatan tewas yang diduga terjatuh dari kereta api pada, Minggu (1/1/2023) sekitar pukul 06.00 WIB.

Korban bernama Afid Nurdiansah AN (19) warga RT 01 RW 01 Desa Tunggal Pager, Kecamatan Punggung, Kabupaten Mojokerto ini jatuh perlintasan Kereta Api, Palur, Kecamatan Mojolaban, Kabupaten Sukoharjo.

Informasi yang diterima untuk kronologinya, sesuai informasi dari saksi-saksi, korban bersama ibunya naik kereta api dari Stasiun Tugu Yogyakarta sekitar pukul 03.30 WIB menuju Mojokerto. 

Sekitar pagi-pagi itu, di tengah perjalanan anaknya pamit ke toilet. Saat mendekati Madiun, ibunya mencari-cari anaknya karena tidak balik-balik.

Baca Juga: PT KAI Refund 100 Persen Uang Pelanggan Terdampak Banjir

Kemudian ibunya bertanya ke kondektur dan katanya ada yang jatuh di Mojolaban.

"Itu anak dan ibu yang mau ke Mojokerto," ujar Kapolres Sukoharjo, AKBP Wahyu Nugroho Setyawan saat dikonfirmasi, Senin (2/1/2023).

Kapolres menjelaskan, kemungkinan disinyalir jika korban jatuh saat sedang mau ke toilet. Di mana antara pintu kamar dan keluar berdekatan, mungkin korban salah pintu dan terjatuh.

"Kemungkinan disinyalir korban salah pintu dan terjatuh. Karena memang antara pintu kamar mandi dan keluar berdekatan," katanya.

Korban lalu dibawa ke RSUD Karanganyar. Setelah mendapat informasi, ibunya turun di Stasiun Madiun dan kembali lagi menuju ke lokasi jatuh.

Baca Juga: Terjang Banjir, Kereta Api Tujuan Stasiun Surabaya Pasar Turi Tetap Lewat Jalur Utara

"Korban mengalami patah lengan kiri, patah kaki kanan, patah tulang punggung, dahi robek kurang lebih 5 cm dan telinga mengeluarkan darah. Jenasah berada di RSUD Karanganyar untuk di ambil oleh keluarganya," ungkap dia.

Jenazah sendiri ditemukan di Palur, Mojolaban, Sukoharjo sekitar pukul 08.00 WIB pagi. Petugas langsung menuju lokasi setelah ada laporan masyarakat. 

"Ada jenazah dari laporan warga," imbuhnya.

Sementara itu, Manajer Humas KAI Daop 6 Yogyakarta Franoto Wibowo mengatakan semua pintu keluar kereta api selama perjalanan dalam kondisi tertutup. 

Ada himbauan juga dari petugas agar penumpang tidak membuka pintu selama perjalanan. 

"Ya, mungkin korban membuka pintu ketika sedang berjalan. Dikira pintu toilet," terangnya.

Menurutnya, kalau pintu toilet sudah jelas ada signed nya (tandanya) dan tulisannya jelas untuk toilet. 

"Jadi saya rasa tidak mungkin pintu keluar masuk penumpang dikira toilet.  Sudah ada tulisannya," tandas dia.

Kontributor : Ari Welianto

Load More