SuaraSurakarta.id - Makan buah durian dan nanas sering disebut menjadi pantangan para ibu hamil. Dua buah itu memiliki mitos akan memberikan masalah pada kandungan jika nekat memakannya.
Namun demikian, Dokter spesialis kandungan dr. Aida Riyanti, Sp.OG mengatakan mengonsumsi durian dan nanas pada ibu hamil tidak ada hubungannya dengan kontraksi kehamilan.
"Prinsipnya makan durian atau nanas boleh-boleh saja, enggak ada hubungannya dengan kontraksi tapi mungkin dalam porsi dan jumlah tidak terlalu banyak," ucap Aida dikutip dari ANTARA Jumat (11/11/2022)
Aida mengatakan durian dan nanas mengandung zat-zat yang baik jika tidak dikonsumsi secara berlebihan. Pada durian ada unsur karbohidrat yang gula yang rendah sehingga tidak membuat gula darah naik dan juga mengandung lemak. Begitu pula dengan nanas yang tinggi vitamin C.
Namun kedua buah tersebut memang dapat memicu gas berlebih pada usus dan bisa menyebabkan asam lambung, terutama pada ibu hamil yang pengosongan lambungnya lebih lama.
"Kalau kita makan yang jumlah banyak ataupun sering mungkin bisa menyebabkan rasa yang kurang nyaman, begitu juga jika makan pedas terlalu banyak dikhawatirkan bukan kontraksi tapi diare," ucapnya.
Secara umum Aida mengatakan tidak ada pantangan makanan selama kehamilan karena ibu yang sedang hamil bukan orang sakit melainkan sama seperti orang sehat. Namun, pada masa kehamilan harus lebih berhati-hati dalam memilih makanan dan diutamakan makanan yang mempunyai gizi seimbang.
"Jadi yang kita butuhkan tetap karbohidrat, protein, lemak, mineral semua ada dalam tiga kali makan, ada nasi, sayuran, ada daging ataupun ikan jadi semua ada di dalam satu lauk untuk ibu hamil," ucap dokter dari Rumah Sakit Pondok Indah Bintaro ini.
Dalam mengonsumsi makanan juga ibu hamil perlu hati-hati dalam memilih terutama ikan. Karena pada masa kehamilan sangat dibutuhkan omega 3 dan DHA yang banyak terkandung pada ikan, namun Aida menyarankan untuk memperhatikan ikan laut dalam yang dikhawatirkan ada kandungan merkuri.
Baca Juga: Tak Banyak yang Tahu! Ini 4 Manfaat Buah Manggis untuk Ibu Hamil
"Jadi yang perlu kita perhatikan ikan-ikan yang dijaga jangan terlalu sering atau jangan terlalu banyak adalah ikan-ikan di laut dalam seperti ikan ikan besar seperti makarel yang ada kandungan merkurinya," ucap Aida.
Aida pun menyarankan selama hamil, sebisa mungkin ibu hamil makan makanan yang diolah atau dimasak sendiri untuk memastikan kematangan dan kebersihannya. Dan usahakan untuk menghindari junk food (cepat saji) atau makanan olahan maupun makanan kaleng agar bisa memenuhi nutrisi yang dibutuhkan ibu maupun janin dalam kandungan.
"Sebisa mungkin hindari makanan junk food, olahan atau makanan kaleng karena tentunya makanan yang sudah diolah nutrisinya tidak sebanyak makanan yang diolah secara fresh. Sebaiknya usahakan selalu makan makanan yang dimasak maupun yang diolah sendiri," ucapnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- Status Terbaru Anak Purbaya: Mafia Ancam Presiden Dibalik Pemecatan Bapak, Ada Foto Raja Juli
- Update Reshuffle Kabinet Hari Ini: Menlu Sugiono Dikabarkan Diganti
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
Pilihan
-
Dari Aceh hingga Nusa Tenggara, Membaca Peta Ancaman Megathrust Indonesia
-
Kabar Buruk dari Italia: Jay Idzes Cedera 30-35 Hari Absen Bela Timnas Indonesia
-
Purbaya Ogah Bicara Panjang Saat Sertijab Menkeu ke Suahasil: Terima Kasih Semua
-
Apa Salah Purbaya hingga Dipecat Lewat Panggilan Telepon?
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
Terkini
-
Kemenpora Beri Penghargaan Indonesia Sports Industry of the Year 2026 kepada BRI
-
Firasat Aneh Kakak-Adik Korban Kapal Virgo: Minta Pakaian Dicuci Ibu hingga Ingin Tidur Bersama
-
Sopir Truk Asal Solo Jadi Korban Kapal Virgo, Ternyata Naik Pakai KTP Saudara Kembar
-
Cerita Paman Aldo, Penumpang Kapal Virgo Transport 8, Niat Bekerja untuk Bantu Orang Tuanya
-
Kisah Ahda Dhiyaurrohman, Korban Kapal Virgo Transport 8 Asal Solo, Nekat Merantau Tanpa Restu Ortu