SuaraSurakarta.id - Seorang lansia menjadi rentan terpapar penyakit, jika tidak mengantisipasi sejak dini. Salah satunya adalah soal masalah kulit.
Dokter dari Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin (PERDOSKI) dr Yustin Sumito, SpKK mengingatkan pemeliharaan kulit harus dilakukan orang-orang sejak dini.
Hal itu dilakukan untuk mencegah kulit gatal hingga berujung pruritus pada saat sudah memasuki masa lansia.
"Jadi enggak bisa setelah tua kita rawat. Dari awal harus memilih sabun yang bagus, meskipun kulit masih lembap. Kemudian, memakai pelembap yang benar. Dipertahankan secara kontinu, tidak on and off," ujar Yustin dikutip dari ANTARA pada Kamis (3/11/2022).
Pruritus yang kerap dialami lansia dalam bahasa awal dikenal sebagai gatal yang didefinisikan sebagai sensasi tidak menyenangkan pada kulit sehingga menimbulkan keinginan untuk menggaruk.
Secara umum, kondisi ini sebenarnya dapat dikatakan sebagai gejala dari berbagai penyakit kulit tertentu, dan tidak semuanya menular, tergantung dari penyakit yang mendasari. Pruritus yang menular adalah pruritus yang disebabkan oleh infeksi virus, bakteri, atau jamur.
Gejala utama pruritus selain sensasi gatal di kulit, juga dapat disertai gejala lain seperti kemerahan, tanda gores, benjolan, bintik atau lecet, kulit kering dan pecah-pecah dan bercak kasar atau bersisi.
Gejala tambahan kondisi ini dapat meliputi perubahan warna kulit yang lebih terang atau lebih gelap dari kulit di sekitarnya, ruam terbentuk pada kulit yang bengkak (peradangan), benjolan besar di area kulit yang terkena dan lepuh atau benjolan berisi cairan pada kulit.
Salah satu faktor risiko pruritus yakni usia lansia atau 65 tahun ke atas. Pada kasus lansia, ada tiga proses utama terkait penuaan yang berhubungan dengan terjadinya pruritus. Pertama, hilangnya fungsi barrier atau pelindung atau pembatas kulit yang menyebabkan turunnya fungsi perbaikan pada kulit.
Kedua yaitu immunosenescence atau penurunan kerja sistem imun atau sistem perlindungan tubuh serta ketiga yakni neuropati atau abnormalitas sistem saraf yang menyebabkan pruritus cenderung lebih sering mengalami kekambuhan.
Yustin mengatakan, selain karena usia, faktor risiko pruritus juga termasuk riwayat alergi, memiliki kondisi penyakit lain seperti eksim, psoriasis, dan diabetes; sedang hamil; ataupun mereka yang sedang menjalani dialisis.
Menurut dia, diagnosis dan tatalaksana yang tepat sangat dibutuhkan. Deteksi dini pruritus dilakukan melalui anamnesis atau menanyakan riwayat pasien, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang secara menyeluruh.
Derajat keparahan gatal ada pada skala satu hingga 10. Bila derajat keparahan di atas enam, gatal dirasakan hingga pasien terbangun dari tidur, maka sudah terjadi gangguan kualitas hidup secara bermakna, sehingga tatalaksana agresif dibutuhkan.
Tatalaksana pertama yang dilakukan yakni dengan menjaga kelembapan kulit, dengan memilih sabun dan pelembap yang benar, kemudian memperhatikan durasi mandi maksimal 10 menit.
Yustin mengingatkan, pengobatan pruritus yang benar dan tuntas tidak sesederhana memakai krim pelembap. Oleh sebab itu jika masih belum sembuh dan berlanjut dalam waktu yang terlalu lama, maka pengobatan dari dokter disarankan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Moisturizer Kolagen untuk Kulit Keriput Usia 45 ke Atas, Bikin Wajah Kencang Sesuai Review
- Guruh Soekarnoputra Sakit Apa? Wafat di Usia 73 Tahun usai Dirawat Intensif
- Transjakarta Resmi Hapus 3 Rute Bus Penghubung Rusun, Warga Diminta Pakai Rute Alternatif
- 5 Novel Sejarah untuk Menelusuri Jejak G30S/PKI, Jangan Lupakan Masa Lalu!
Pilihan
-
Bayi Dua Hari Ditinggalkan dalam Kardus, Tangisnya Bongkar Misteri di Depan Rumah Warga
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
-
Dramatis! Ubed Persembahkan Medali Emas Asian Games 2026 untuk Indonesia
-
Massa Buruh Mulai Padati Thamrin, Andi Gani Pimpin Langsung Aksi Tuntut Keadilan RUU Ketenagakerjaan
-
Bawa Kentongan Hingga Kenakan Topi Caping, Massa Hari Tani Nasional Mulai Padati Depan Gedung DPR
Terkini
-
Demi Penuhi Standar, Kendal Tornado FC Bantu Lampu Stadion Sriwedari Rp 1 Miliar
-
Termasuk di Wonogiri, Bayer Panen Raya di 4 Daerah, Produktivitas Jagung Didorong Naik
-
Jokowi Tetap Yakin PSI Tembus Senayan 2029 Meski Ambang Batas Bisa Naik
-
Jokowi Buka-bukaan soal Riwayat Sekolah Gibran di Singapura: Masak Disuruh Ikut Paket C Lagi!
-
Bagus Mahendra, Korban Kapal Virgo Transport 8 Asal Klaten Dimakamkan Tepat di Hari Pernikahan Kakak