SuaraSurakarta.id - Survei Voxpopuli Research Center menunjukkan 75,3 persen responden menyatakan puas terhadap kinerja dan kepemimpinan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi), meskipun telah mengumumkan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).
"Publik masih merasa puas dengan kepemimpinan Jokowi, meskipun ramai demo mahasiswa dan buruh menolak kenaikan harga BBM," kata Peneliti Senior Voxpopuli Research Center Prijo Wasono dikutip dari ANTARA, Selasa (13/9/2022).
Di tengah naiknya harga BBM, temuan survei Voxpopuli Research Center menunjukkan publik masih merasa puas dengan kinerja Presiden Jokowi. Sebagian besar menyatakan puas, mencapai 75,3 persen, sedangkan sisanya 21,6 persen tidak puas, dan tidak tahu/tidak jawab 3,1 persen.
Menurut Prijo, tingkat kepuasan publik kepada Jokowi terjaga tetap tinggi sejak akhir 2021, yakni di atas 70 persen. Anjloknya kepuasan terjadi sepanjang pandemi gelombang pertama dan kedua hingga sempat menyentuh angka 59,2 persen di titik terendah.
"Gejolak ekonomi hampir tidak terelakkan pada masa pemulihan pascapandemi, tetapi tekanan jauh lebih terasa selama pembatasan sosial," ujar Prijo.
Pemberlakuan PSBB (pembatasan sosial berskala besar) dan PPKM (pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat) memukul telak perekonomian.
Seiring dengan pemulihan ekonomi, Indonesia kini tumbuh kembali pada kisaran 5 persen selama tiga kuartal berturut-turut.
"Pemulihan dibayang-bayangi dengan inflasi, terutama paling terasa dengan naiknya harga minyak goreng dan sejumlah kebutuhan pokok lainnya," kata Prijo.
Prijo mengingatkan agar pemerintah terus menjaga momentum pemulihan ekonomi dan memastikan bansos sebagai bantalan sosial tersalurkan secara tepat sasaran.
Baca Juga: Presiden Dua Periode Boleh Maju jadi Cawapres, PDIP: Kalau Pak Jokowi Mau Sangat Bisa
"Dampak kenaikan harga BBM baru akan dirasakan dalam 1-2 bulan mendatang," kata Prijo.
Dapat dipastikan bahwa naiknya harga BBM akan mengerek biaya transportasi dan logistik, serta merembet ke harga-harga barang dan jasa.
"Inflasi diprediksi bakal meningkat, sedangkan pertumbuhan ekonomi pada kuartal III/2022 kemungkinan terkoreksi," ujar Prijo.
Survei Voxpopuli Research Center dilakukan pada 1-7 September 2022, kepada 1.200 responden yang dipilih secara acak bertingkat (multistage random sampling) mewakili seluruh provinsi di Indonesia. Margin of error survei sekitar 2,9 persen, pada tingkat kepercayaan 95 persen.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi HP Memori 256 GB Paling Murah, Kapasitas Lega, Anti Lag Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Jalan Putri Hijau/Yos Sudarso Medan Ditutup 31 Januari hingga 6 Februari, Arus Lalin Dialihkan
- 5 Bedak Wardah High Coverage untuk Flek Hitam Membandel Usia 55 Tahun
- Reshuffle Kabinet: Sugiono Jadi Menko PMK Gantikan 'Orang Jokowi', Keponakan Prabowo Jadi Menlu?
- 3 Pilihan HP Infinix 5G dengan Performa Tinggi dan Layar AMOLED
Pilihan
-
Siapkan Uang Rp100 Miliar! Orang Terkaya RI Ini Serok 84 Juta Lembar Saham saat IHSG Anjlok
-
5 HP Memori 512 GB Paling Murah, Terbaik untuk Gamer dan Kreator Konten Budget Terbatas
-
7 HP RAM 8 GB Rp2 Jutaan Terbaik dengan Baterai Jumbo, Cocok buat Multitasking dan Gaming Harian
-
IHSG Anjlok, Purbaya: Jangan Takut, Saya Menteri Keuangan
-
10 Sneakers Putih Ikonik untuk Gaya Kasual yang Tak Pernah Ketinggalan Zaman, Wajib Punya
Terkini
-
Makin Panas! LDA Keraton Solo Gugat Soal Pergantian Nama KGPH Purboyo jadi PB XIV
-
Resmi Berganti Nama, Purboyo Kini Sri Susuhunan Paku Buwono XIV
-
4 Mobil Bekas Rp150 Jutaan yang Bikin Keluarga 'Naik Kelas' di 2026!
-
Kunci Jawaban IPS Kelas 8 Halaman 175 Kurikulum Merdeka: Organisasi Pergerakan Nasional
-
Ketum PUI Raizal Arifin: Penguatan Polri Lebih Mendesak daripada Perubahan Struktur