Ronald Seger Prabowo
Jum'at, 09 September 2022 | 13:58 WIB
Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo saat mencoba blangkon di festival blangkon 2022 Kota Solo, Jumat (9/9/2022). [Suara.com/Ari Welianto]

SuaraSurakarta.id - Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Ganjar Pranowo baru tahu jika blangko ada beberapa jenis dan penggunaannya.

Hal ini diketahui, Ganjar saat meninjau festival blangkon di Rumah Dinas Wali Kota Solo Loji Gandrung, Jumat (9/9/2022).

"Bagus, ternyata blangkon itu lain-lain ya," terang Ganjar, saat ditemui, Jumat (9/9/2022).

Tadi dijelaskan, kalau blangkon dari Keraton Kasunanan Surakarta ternyata di bagian belakangnya ini yang model ditarik atau diikat kecil, jadi ada yang tipis dan gede.

Ternyata, lanjut dia, blangkon besar dipakai orang masih muda, kalau yang tua itu agak kecil. Bahkan blangkon sebenarnya bisa melihat orang dengan blangkon dilihat modelnya. 

"Jadi sebenarnya blangkon itu bisa menunjukkan status, umur, tadi yang tua muda. Ada satu lagi menunjukkan jabatan, yang agak diikat ternyata itu untuk abdi dalem, keren ini," ungkap dia.

Gibran mengapresiasi dengan festival blangko ini, bahkan bisa dilombakan. Nanti bahannya bisa macam-macam dan anak-anak bisa menggunakan dengan menarik apapun serta bisa berkreasi.

"Ini bagus sekali dan bisa dilombakan nanti. Bisa dikembangkan lagi kedepannya, sehingga dapat meningkatkan kreativitas masyarakat dan lebih menarik anak muda untuk memakai blangkon" jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Ganjar melihat proses pembuatan blangkon dari perajin blangkon Dukuh Potrojaya, Serengan dan melihat model-model blangko.

Baca Juga: Survei Capres SMRC: Anies Berpeluang Jadi Presiden Jika Ganjar Pranowo Tak Ikut Pilpres 2024

 Karena setiap daerah itu memiliki ciri khas blangko, seperti blangkon Solo, Yogyakarta atau Sunda. Bahkan, Ganjar membeli blangkon khas Solo di salah satu UMKM blangkon. 

"Saya juga kolektor blangkon," sambung Ganjar.

Sementara ketua Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Solo, Mintorogo mengatakan jika festival blangkon ini melestarikan dan mengenalkan budaya Kota Solo. 

Sehingga dapat terus lestari dan tidak punah. Tidak hanya itu, tapi juga sebagai salah satu penggerak ekonomi masyarakat perajin blangkon. 

"Blangkon memiliki nilai falsafah yang tinggi bagi bangsa Indonesia, khususnya Jawa. Jangan sampai blangkon ini punah," tandasnya. 

Kontributor : Ari Welianto

Load More