SuaraSurakarta.id - Pegiat media sosial Permadi Arya menyayangkan sikap Wali Kota dan Wakil Wali Kota Cilegon yang turut menandatangani penolakan pembangunan gereja.
Pria yang dikenal dengan sebutan Abu Janda ini tak bisa menerima alasan apapun terkait sikap pejabat tersebut.
"Pak walkot beralasan ikut tanda tangan penolakan karena untuk memenuhi masyarakat Cilegon. Kita semua tau yang menekan bapak itu ormas," kata Abu Janda melalui akun instagramnya dikutip pada Jumat (9/9/2022).
"Sejak kapan ormas mewakili aspirasi masyarakat Cilegon pak? Justru dengan bapak tanda tangan malah terkesan negara kalah dengan ormas," tambahnya.
Abu Janda lantas menyemprot Wali Kota Cilegon yang telah berani melanggar konstitusi perihal UUD 45 pasal 28E ayat (1) yang mengatakan "Negara Menjamin Kebebasan Beragama".
"Jadi apakah dapat dibenarkan bapak memenuhi keinginan ormas dengan melanggar konstitusi pak," ungkapnya.
Abu Janda masih berharap agar Wali Kota Cilegon bisa memberikan keputusan bijak terkait permasalahan tersebut.
"Semoga bisa jadi pertimbangan bahwa warga bapak bukan hanya ormas agama tertentu saja. Tapi umat agama lain juga warga bapak," tandasnya.
Sebelumnya, video Wali Kota Cilegon, Helldy Agustian dan Wakil Wali Kota Cilegon, Sanuji Pentamarta yang turut menandatangani spanduk penolakan pembangunan gereja di Kota Cilegon belakangan viral di media sosial.
Diketahui, warga dan tokoh agama hingga kepala daerah menolak pembangunan gereja yang rencananya akan dilakukan di Lingkungan Sumur Wuluh, Cikuasa, Kelurahan Gerem, Kota Cilegon, Banten.
Dalam video viral yang diunggah akun Instagram @fakta_banten, memperlihatkan Wali Kota Cilegon yang duduk bersama dengan Wakil Wali Kota Cilegon menerima sejumlah massa aksi.
Terlihat pula Helldy yang kemudian berdiri dan menandatangani sebuah petisi penolakan pembangunan gereja pada kain putih panjang yang dibawa oleh massa aksi.
Diiringi lantunan sholawat massa aksi, terlihat pula dalam kain tersebut sudah banyak dipenuhi tanda tangan salah satunya adalah ketua MUI serta tokoh-tokoh yang ada di Banten menurut keterangan dalam video.
"Semua Pimpinan Pemerintah Daerah Kota Cilegon ikut menandatangani konsensus yang diajukan ulama, tokoh dan aktivis pemuda Kota Cilegon untuk menolak pendirian gereja," tulis keterangan dalam unggahan tersebut.
Kontributor : Fitroh Nurikhsan
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sepatu Skechers Max Cushioning yang Empuk untuk Jalan Kaki Jauh dan Olahraga
- 4 Parfum Aroma Teh di Alfamart yang Tahan Lama Sesuai Review, Harga Mulai Rp30 Ribuan
- Rekomendasi Produk Viva untuk Eksfoliasi Wajah, Mulai Rp12 Ribuan
- Usai Heboh, Pelindo Jasa Maritim Copot Silfester Matutina dari Komisaris Usai 5 Hari Menjabat
- Apakah Pertalite Akan Naik Harga 26 September 2026? Ini Kata Bahlil
Pilihan
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
-
Dramatis! Ubed Persembahkan Medali Emas Asian Games 2026 untuk Indonesia
-
Massa Buruh Mulai Padati Thamrin, Andi Gani Pimpin Langsung Aksi Tuntut Keadilan RUU Ketenagakerjaan
-
Bawa Kentongan Hingga Kenakan Topi Caping, Massa Hari Tani Nasional Mulai Padati Depan Gedung DPR
-
Hukuman Lebih Ringan, Pengadilan Tinggi DKI Jakarta Vonis Nadiem Makarim 9 Tahun Penjara
Terkini
-
Termasuk di Wonogiri, Bayer Panen Raya di 4 Daerah, Produktivitas Jagung Didorong Naik
-
Jokowi Tetap Yakin PSI Tembus Senayan 2029 Meski Ambang Batas Bisa Naik
-
Jokowi Buka-bukaan soal Riwayat Sekolah Gibran di Singapura: Masak Disuruh Ikut Paket C Lagi!
-
Bagus Mahendra, Korban Kapal Virgo Transport 8 Asal Klaten Dimakamkan Tepat di Hari Pernikahan Kakak
-
BRI InFrame 2026 Hadirkan Cerita Ekonomi Kerakyatan Lewat Fotografi