SuaraSurakarta.id - Ingin jalan-jalan ke luar negeri hingga bisa berbahasa asing, mungkin jadi alasan Anda kuliah jurusan hubungan internasional. Prospek kerja hubungan internasional ternyata bukan hanya menjadi diplomat saja.
Umumnya lulusan hubungan internasional mempunyai keahlian berbahasa asing yang mumpuni. Salah satunya Bahasa Inggris.
Beberapa bahasa asing yang sering dikuasai lulusan hubungan internasional adalah China, Rusia, Prancis dan Jepang.
Sebab bahasa keempat negara ini sering digunakan di beberapa negara bekas jajahan. Tak hanya itu, perdagangan internasional juga terpengaruh dengan bahasa itu.
Selain kemampuan berbahasa, lulusan hubungan internasional harus mendalami budaya sebuah atau beberapa negara. Ini berguna untuk proses diplomasi dan lobi.
Ilmu Hubungan Internasional menggunakan berbagai bidang ilmu seperti ekonomi, sejarah, hukum internasional, filsafat, geografi, kerja sosial, sosiologi, antropologi, kriminologi, psikologi, studi gender, ilmu budaya atau juga kulturologi.
Selain diplomat, apa saja prospek kerja hubungan internasional? Simak penjelasannya:
1. Government Relations Officer
Anda bisa bekerja di perusahaan asing di Indonesia dengan menjadi penghubungan antara perusahaan dengan pihak pemerintah.
Baca Juga: Penting! 4 Alasan Mengapa Harus Belajar Bahasa Inggris
Di pekerjaan ini Anda akan banyak bertemu dengan politisi dan staf pemerintahan untuk mengetahui sebuah kebijakan.
Teknik lobi sangat diperlukan dalam pekerjaan ini. Sehingga Anda akan menjadi pelobi ulung.
2. Jurnalis
Menjadi jurnalis juga masih prospektif saat ini. Banyaknya perusahaan media yang menyediakan informasi dari berbagai negara, memerlukan seseorang yang menguasi isu internasional.
3. Konsultan Internasional
Dikutip dari akupintar, menjadi konsultan internasional juga menjadi pilihan setelah lulus dari kuliah hubungan internasional.
Tag
Berita Terkait
-
Bagaimana Langkah Mengurus Paspor yang Hilang atau Rusak Saat Sedang Berlibur di Luar Negeri?
-
Bias Dunia Kerja Modern: Menyoroti Gengsi CV Bahasa Inggris di Mata Gen Z
-
Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai, Dedi Congor Dicegah ke Luar Negeri!
-
Dilema Guru Bahasa Inggris: Ketika Bahasa Ibu Tersisih di Era Gen Z
-
Menlu Singapura Datang Mendadak, Mohon Waktu Bertemu Presiden Prabowo
Terpopuler
- Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin
- Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival
- Tolak Andrea Bocelli, GPCI Bakal Gelar Konser Besar Galang Dana Palestina
- Prestasi Kinclong Netty Rosdiana Siagian: Mundur dari Polri, Tak Sejalan dengan Hati Nurani
- 7 Sneakers Lokal dengan Rating Bintang 5 di Shopee yang Nyaman dan Modis
Pilihan
-
Gempa M 5,5 Guncang Laut Barat Laut Tanimbar, Getaran Terasa hingga Saumlaki
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
Terkini
-
MilkLife Strikers Lolos ke Final Singa Cup 2026, Tantang Wakil Malaysia
-
Geger Penggeledahan Ponpes Hamalatul Quran, Kapolres Sukoharjo Dinonaktifkan!
-
Tunggakan Sewa Manahan Persis Solo, Penegak Hukum Didesak Telusuri Dugaan Pelanggaran
-
Dhaup Ageng Pura Mangkunegaran: Ada Kirab Pengantin hingga Berbagi Kebahagiaan dengan Masyarakat
-
Panitia Batalkan Undang Raffi Ahmad di GSI Youth Fest Hero Summit