SuaraSurakarta.id - Ahli gizi dari Persatuan Ahli Gizi Indonesia (Persagi) Dr. Atmarita, MPH mengingatkan agar orang tua menjaga proses tumbuh dan kembang anak sehingga dapat terhindar dari masalah gizi (malnutrisi) serta penyakit tidak menular (PTM) di kemudian hari.
"Prinsipnya dijaga saja proses tumbuh-kembang itu. Pemantauan pertumbuhan dan pemantauan perkembangan, artinya di situ ada unsur makanan dan unsur stimulasi untuk diberikan kepada semua anak," kata Atmarita dikutip dari ANTARA pada Minggu (24/7/2022).
Atmarita mengatakan saat ini Indonesia menghadapi tiga beban malnutrisi (triple burden of malnutrition) yaitu kekurangan gizi, kelebihan gizi, serta defisiensi mikronutrien.
Kekurangan gizi mencakup kekurangan berat badan/underweight (berat badan rendah menurut usia), kerdil/stunting (tinggi badan rendah menurut usia), dan kurus/wasting (berat badan rendah menurut tinggi badan). Sementara kelebihan gizi mencakup kegemukan/overweight dan obesitas.
"Kita menghadapi masalah luar biasa besarnya mulai dari triple burden dampaknya itu ke penyakit tidak menular (PTM) di usia dewasa yang sebetulnya lebih bahaya lagi," ujar Atmarita.
Prinsip menjaga tumbuh dan kembang anak, menurut Atmarita, sebetulnya mudah dilakukan yaitu dengan menerapkan pedoman gizi seimbang "Isi Piringku". Pedoman ini mencakup setengah piring buah dan sayur, sepertiga lauk pauk (sumber protein), dan dua pertiga makanan pokok (sumber karbohidrat) setiap kali makan.
Menurut Atmarita, edukasi mengenai gizi seimbang perlu disampaikan dan dipahami oleh semua anak di setiap tingkat usia. Ia mengatakan bahwa seluruh keluarga atau rumah tangga juga perlu dibekali pemahaman tentang masalah gizi oleh kader di lingkup kecil masyarakat.
Masalah gizi saling terkait dan dapat menjadi siklus di sepanjang daur kehidupan. Oleh sebab itu, Atmarita juga menekankan pentingnya mempersiapkan kondisi ibu sebelum memasuki masa kehamilan hingga sampai pada fase kelahiran dan pengasuhan.
Sebelum dan saat hamil, menurut Atmarita, ibu perlu memastikan kebutuhan gizinya terpenuhi sehingga dapat menumbuhkan janin dan menghasilkan ASI yang berkualitas.
Baca Juga: Simak 5 Hal yang Bisa Mendukung Lansia Tetap Bahagia
Pada awal kehamilan, ibu juga perlu datang untuk memeriksakan diri ke layanan kesehatan serta mengonsumsi mikronutrien atau gizi mikro yang dibutuhkan untuk tumbuh-kembang janin seperti zat besi, asam folat, zinc, vitamin A, Iodium, vitamin D, vitamin B12, dan kalsium.
"Gizi seimbang itu juga dimulai dari menyusui eksklusif. Menyusui eksklusif artinya bayi mengonsumsi keseluruhan zat-zat gizi seimbang, ada protein, karbohidrat, lemak, mikronutrien, dan sebagainya. Setelah usia enam bulan, dia akan masuk ke MPASI," katanya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Cara Aktifkan Fitur End-to-End Encryption WhatsApp, Pastikan Obrolan Rahasiamu Bebas Sadap
- 4 Shio yang Tinggalkan Masa Sulit Mulai 5 November 2026, Siap Sambut Kebahagiaan
- Jokowi: Saya Disadap, Tapi Saya Diam Saja
- 5 Sepatu Jalan Lokal Tanpa Tali yang Nyaman dan Anti Jebol Menurut Review
- 9 Sunscreen untuk Wanita Usia 50 Tahun ke Atas agar Kulit Awet Muda
Pilihan
-
Seskab Teddy Dikabarkan Diperiksa POM TNI, Soal Penyadapan Prabowo?
-
Jokowi Tak Banyak Komentar Soal Penyadapan Prabowo: Kita Hormati Proses Hukum
-
Dicecar soal Listyo Sigit Prabowo, Jokowi: Semua Orang juga Sudah Tahu
-
Jokowi Ngaku Lupa Nama 3 Temannya yang Wisuda Bareng di UGM
-
Hakim Potong Omongan Jokowi yang Melebar: Jawab Saja Pertanyaannya!
Terkini
-
MilkLife Kickers Raih Dua Kemenangan di Hari Kedua Singa Cup 2026
-
Tahu Kesukaan Kakaknya, GPH Paundra Dapat Hadiah Tas saat Prosesi Langkahan dari GRAj Sura
-
Digunakan Ratusan Ribu Konsumen, Pherini Body Lotion Tuai Banyak Review Positif
-
Kubu PB XIV Purboyo Gelar Tingalan Dalem Jumenengan di Kediaman Raja Sasana Narendra
-
Viral Pendaki Ditandu Naik Gunung Merbabu, Biaya Capai Rp30 Juta