SuaraSurakarta.id - Pegiat Media Sosial Helmi Felis menyebut Presidential Threshold (PT) atau disebut juga ambang batas pencalonan presiden dan wakil presiden merupakan strategi politik ‘kandang babi’ untuk kuasai Indonesia.
Untuk diketahui ambang batas ini merupakan jumlah batas minimal dukungan atau suara yang harus dimiliki oleh peserta pemilu agar memperoleh hak tertentu dalam gelaran pemilihan umum (pemilu).
"PT 20% adalah politik Kandang Babi untuk terus mencengkram Indonesia," tulisnya melalui akun twitter pribadinya @Helmi_Felis pada Senin, (30/5/2022).
Ia pun juga menyoal bahwa ambang batas 20% ini merupakan upaya agar presiden jokowi dapat menjabat salama 3 periode.
"Amabang Batas 20% dipertahankan untuk memuluskan Jokowi 3 periode?," ucapnya.
"Babi-Babi maling yang merampok Indonesia ini harus diusir dari Indonesia," umpatnya.
Pendapat pribadi Felis sontak mendapat banyak komentar dari warganet. Bahkan tak sedikit dari netizen yang menghinanya.
"Eleh, kebanyakan bacot lu Mi. Kalau mau protes tuh sama si Biru. Kan dia dulu yang masksa," ungkap aku @Bon*****.
"3 periode bagaimana? Jelas jelas sudah resmi bahwa sesuai konstitusi alur mainnya 2 periode, presiden juga sudah menyatakan secara langsung," ucap akun @SDiyan*****
"Macam kau aja yg paling bener lae. Seenaknya aja kau bilang orang lain babi. Kalau kau yg dibilang babi apa perasan kau," kata akun twitter @Melv******.
"Preet. BASI," komentar singkat akun @Nap*****
"Sepertinya anda kurang ilmu, tak ada hubungan ambang batas dgn 3 periode. Mikir," ucap akun @Toman****.
Dalam hal mengkrtisi aturan ambang Batas, sebenarnya Felis tidak sendiri, Pegiat Media Sosial Faizal Assegaf juga turut mengomentari aturan tersebut.
Faizal menyebut aturan ambang batas capres 20% seharusnya dihapus. Menurtunya aturan tersebut merupakan sebuah kejahatan dalam berdemokrasi.
"Ambang batas Capres 20% harus dibuang ke tempat sampah," ungkapnya melalui akun twitter pribadinya @faizalassegaf.
Berita Terkait
Terpopuler
- Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin
- Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Tolak Andrea Bocelli, GPCI Bakal Gelar Konser Besar Galang Dana Palestina
- Konser Andrea Bocelli di Borobudur Tetap Digelar, KIBBM Siapkan Tablig Akbar Penolakan
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Ika Wonda Hattrick, MilkLife Strikers Buka Singa Cup 2026 dengan Kemenangan Telak
-
Latihan Jadi Pengusaha Digital, Santri di Solo Mimpi Buka Warung Pecel Lele
-
Persis Solo Tunggak Sewa Stadion Manahan Rp 3,21 Miliar, BRM Kusumo Putro: Ini Memalukan!
-
Kendal Tornado FC Jamu Persebaya di Stadion Sriwedari Tanpa Penonton Umum
-
Wali Kota Solo Minta Persis Segera Lunasi Tunggakan Sebesar Rp3,21 Miliar