Budi Arista Romadhoni
Senin, 04 April 2022 | 17:24 WIB
Sejarah Masjid Darussalam Jayengan Solo dan jejak saudagar dari Banjar. (suara.com/ari welianto) 

Setiap bulan Ramadhan tiba selalu memasak dan membagikan kepada masyarakat. 

Tidak hanya bubur samin, ada juga tasmiyahan dan pernikahan pengantin dengan adat Banjar. 

Sementara itu salah satu keturunan warga Banjar lain, Yusuf Ahmad Alkatiri mengatakan kebanyakan warga Banjar datang itu diundang oleh raja-raja yang ada di Solo.

Karena saat mereka mau mengadakan acara membutuhkan perhiasan. Saat itu mungkin hingga sekarang perhiasan maju di Indonesia itu dari Martapura.

"Maka raja mengundang warga Banjar untuk datang kesini. Awalnya hanya beberapa orang saja, di sini mereka juga mengerjakan kerajinan dan itu membutuhkan waktu yang lama hingga beberapa bulan," paparnya.

Ditambahkan, acara kerajaan itu digelar mungkin tiga bulan sekali, sehingga mereka tidak sempat pulang. 

Akhirnya mereka dapat jodoh dan menikah dengan orang Jawa. "Kita-kita ini sudah keturunan yang kelima. Mereka yang datang kesini itu saudagar permata," tandas dia. 

Kontributor : Ari Welianto

Baca Juga: Dua Tahun Mandek, Tradisi Bubur Banjar Samin di Masjid Darussalam Solo Akhirnya Kembali Digelar

Load More