SuaraSurakarta.id - Pedagang Pasar Depok Solo mendadak gempar, Selasa (22/2/2022).
Adalah kasus 200-an ekor burung berbagai jenis yang mendadak mati. Sebelumnya burung yang dikirim dari Bali tersebut sempat tertahan di Lumajang, Jawa Timur karena ada razia.
Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Depok, Suwarjono menjelaskan ratusan jenis burung yang mati mendadak itu tak lain seperti Pleci, Kutilang, Anis Merah dan lain lain.
Semua burung ini mati secara misterius, melihat hal demikian pedagangpun hanya bisa pasrah dan saat ini hanya bisa mendata jumlah kerugiannya.
Baca Juga: Aksi Pencurian Sarang Burung Walet Kepergok Warga, Pelaku Dikunci di Gedung
"Diduga karena kelamaan di perjalanan. Hingga akhirnya burung burung itu mati secara tiba tiba," kata dia, Selasa (22/2/2022).
Suwarjono memaparkan, selain lama dalam pernajalan, dimungkinkan juga karena suhu atau cuaca yang sering berubah seperti ini, hingga membuat ratusan burung itu kelelahan mati.
"Faktornya ya itu, pengiriman telat biasanya. Biasanya dua hari sampai. Tapi kali ini hari ke empat baru sampai di Pasar Depok," tegasnya.
Lanjut Suwarjono, dirinya menduga matinya burung burung tersebut bisa terjadi karena kehabisan makan dan minum."Hingga sampai di pasar mareka mati karena cuaca di Solo sendiri saat ini juga belum menentu."
Sementara terdapat empat kios yang mengalami dagangan burungnya mati mendadak. Kebanyakan, burung yang mati ini dijual untul koleksi.
Baca Juga: Pengungkapan Penyelundupan Satwa Dilindungi
"Meski kecil tapi cukup digemari, dengan harga yang lumayan tinggi dalam penjualannya dari Rp100 ribu-Rp300 ribu per ekor," jelas Suwarjono.
Hingga kini masih pada pendataan jumlah burung yang mati, kerugian belum dihitung namun diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah.
Kontributor : Budi Kusumo
Berita Terkait
-
Disorot Media Luar, Ini Sosok Ilustrator di Balik Koreografi Burung Garuda Raksasa di GBK
-
Nyalinya Dipuji Usai Berani Lawan Akun Gosip, Sunan Kalijaga Malah Pamer Punya Burung Besar dan Disukai Wanita
-
Aviary Park Indonesia Resmi Dibuka, Surga Konservasi Burung dan Kupu-Kupu di Tengah Kota
-
Bird Sanctuary PIK2: Oase Hijau di Tengah Pesatnya Pembangunan Pesisir Jakarta
-
Telur Jadi Barang Mewah di AS, Harga Naik 2 Kali Lipat karena Flu Burung?
Terpopuler
- Kode Redeem FF 2 April 2025: SG2 Gurun Pasir Menantimu, Jangan Sampai Kehabisan
- Ruben Onsu Pamer Lebaran Bareng Keluarga Baru usai Mualaf, Siapa Mereka?
- Aib Sepak Bola China: Pemerintah Intervensi hingga Korupsi, Timnas Indonesia Bisa Menang
- Suzuki Smash 2025, Legenda Bangkit, Desain Makin Apik
- Rizky Ridho Pilih 4 Klub Liga Eropa, Mana yang Cocok?
Pilihan
-
Laptop, Dompet, Jaket... Semua 'Pulang'! Kisah Manis Stasiun Gambir Saat Arus Balik Lebaran
-
4 Rekomendasi HP Murah Rp 2 Jutaan Lancar Main Free Fire, Terbaik April 2025
-
9 Rekomendasi HP Murah Rp 2 Jutaan Lancar Main Game, Terbaik April 2025
-
Seharga Yamaha XMAX, Punya Desain Jet: Intip Kecanggihan Motor Listrik Masa Depan Ini
-
Demi Jay Idzes Merapat ke Bologna, Legenda Italia Turun Gunung
Terkini
-
One Way dan Contraflow Kunci Kelancaran Arus Balik Lebaran 2025
-
Tewaskan Bocah 12 Tahun, Ini Kronologi Pohon Tumbang di Bumi Sekipan Tawangmangu
-
Lebaran Kelabu: Pohon Tumbang di Bumi Sekipan Tawangmangu, Bocah 12 Tahun Meninggal Dunia
-
Cek Pos Pam Ops Ketupat Candi, Kapolresta Solo Pastikan Pengamanan Arus Balik Lancar
-
Sambangi Lokasi Banjir di Sambirejo, Wali Kota Solo Siapan Berbagai Penanganan