SuaraSurakarta.id - Riset Citra Network Nasional (CNN) kembali menempatkan Partai Golkar di posisi pertama. Begitu juga Ketua Umum Airlangga Hartarto sebagai yang teratas.
Direktur Eksekutif CNN Dwi Harini Soejono, Rabu (16/2)2022), menjelaskan, pihaknya menggelar riset untuk memperoleh informasi dan data sebagai basis analisis persoalan menggunakan metode field study.
Hal itu untuk mengumpulkan data primer melalui wawancara mendalam (indepth interview) dengan institusi dan stakeholders yang relevan.
"Metode ini memiliki kelebihan pada kemampuan dalam menggali detail aspek partisipasi dan preferensi masyarakat dalam Pemilu 2024," kata dia.
Hasil penelitian, bahwa faktor yang mempengaruhi masyarakat memberikan suara jika Pemilu legislative 2024 digelar hari ini, sebanyak 4,7 persen menyatakan dipengaruhi oleh visi misi partai politik, dan 14,2 persen pemberian uang atau bingkisan lain,sedangkan 37,2 persen karena memiliki kesamaaan etnik dengan caleg dan capres ,sebanyak 30,8 persen meyatakan karena dipengaruhi factor memiliki kesamaan keyakinan agama/golongan kepercayaan dengan caleg dan sebanyak 13,1 persen disebabkan oleh faktor lain-lain.
Karakteristik informan (responden) terdiri PNS, pelaku usaha, Dosen dan mahasiswa, buruh, Ibu RT, sopir angkot/bus ,wiraswatawan/pengusaha dan petani.
Dalam penelitian ini 2.140 responden memiliki confidence level 95 persen dan confidence interval 2,12 persen yang diambil dari 1.070 kecamatan di 34 Provinsi di Indonesia dengan memperhatikan keseimbangan jumlah pemilih di setiap kecamatan pada Pemilu 2019. Penelitian ini dilakukan sejak tanggal 22 Januari hingga 6 Februari 2022.
Kriteria capres yang diinginkan terekam dalam penelitiana ini yaitu sebanyak 87,8 persen menginginkan capres yang be visible, yakni kandidat bisa memiliki reputasi baik di mata pemilih bila ia mampu tampil di depan publik, menciptakan komunikasi dua arah dengan pemilih, familiar dan bersahabat dengan publik.
Lalu sebanyak 89,4 persen masyarakat menginginkan capres yang be authentic, yakni reputasi positif yang dimiliki oleh seorang kandidat capres karena ia mampu mewujudkan harapan dari pemilih.
"Reputasi positif yang dimiliki bukan terletak pada image yang dibuat-buat atau pencitraan tetapi terletak pada sikap dan tindakan," paparnya.
Berita Terkait
-
Soal Tarif Dagang Trump, Dasco: Jangan Sampai Indonesia Jadi Sasaran Tempat Pembuangan Negara Lain
-
Airlangga Bantah Perputaran Uang Saat Lebaran Alami Penurunan: Cenderung Moderat
-
Rupiah Anjlok dan IHSG Rontok, Menko Airlangga: Fundamental Ekonomi Kuat, Nanti Rebound Lagi
-
Airlangga dan Sri Mulyani Merapat ke Istana, Lapor ke Prabowo Soal Penyusunan APBN 2026
-
Rahasia Prabowo Genjot Lapangan Kerja: Industri Padat Karya Jadi Andalan Utama
Terpopuler
- Kode Redeem FF SG2 Gurun Pasir yang Aktif, Langsung Klaim Sekarang Hadiahnya
- Pemain Keturunan Indonesia Statusnya Berubah Jadi WNI, Miliki Prestasi Mentereng
- Pemain Keturunan Indonesia Bikin Malu Raksasa Liga Jepang, Bakal Dipanggil Kluivert?
- Jika Lolos Babak Keempat, Timnas Indonesia Tak Bisa Jadi Tuan Rumah
- Ryan Flamingo Kasih Kode Keras Gabung Timnas Indonesia
Pilihan
-
Masjid Agung Sleman: Pusat Ibadah, Kajian, dan Kemakmuran Umat
-
Ranking FIFA Terbaru: Timnas Indonesia Meroket, Malaysia Semakin Ketinggalan
-
Duel Kevin Diks vs Laurin Ulrich, Pemain Keturunan Indonesia di Bundesliga
-
Daftar Lengkap 180 Negara Perang Dagang Trump, Indonesia Kena Tarif 32 Persen
-
Detik-detik Jose Mourinho Remas Hidung Pelatih Galatasaray: Tito Vilanova Jilid II
Terkini
-
Cek Pos Pam Ops Ketupat Candi, Kapolresta Solo Pastikan Pengamanan Arus Balik Lancar
-
Sambangi Lokasi Banjir di Sambirejo, Wali Kota Solo Siapan Berbagai Penanganan
-
Terendam Banjir, Underpass Simpang Joglo Solo Ditutup Total
-
Sempat Tak Percaya, Ini Momen Bima Arya Kaget Ada Wisata Jokowi di Solo
-
25 Kepala Daerah Ikuti Retret Gelombang Kedua, Ini Kata Wamendagri