SuaraSurakarta.id - Ulama kharismatik asal Solo Habib Novel Alaydrus mendadak jadi sorotan usai ia menyampaikan permintaan maafnya kepada Habib Bahar bin Smith.
Usut punya usut, Habib Novel sampai melakukan hal tersebut lantaran ia tidak bisa mencegah sesama keturunan Nabi Muhammad SAW kembali masuk jeruji besi.
Penyampaian maaf Habib Novel Alaydrus itu diketahui dari rekaman video yang diunggah oleh kanal youtube Onde Saraf Channel.
Dalam rekaman video itu menampilkan suara Habib Novel Alaydrus yang meminta maaf karena dirinya tidak bisa berbuat apa-apa ketika Habib Bahar kembali jadi tahanan.
"Habib Bahar jazakumullah khairan, terima kasih banyak semoga Allah memberi balasan berlipat-lipat. Maaf bib belum bisa jenguk dan maaf untuk semua umat Islam yang berada di penjara. Kami para ulama belum bisa mengajak anda ke jalan yang benar," ujar Habib Novel Alaydrus.
Ulama berusia 46 tahun ini mengakui jika sosok Habib Bahar melakukan kesalahan yang menyakiti umat. Kendati demikian, Habib Novel Alaydrus untuk memaafkan segala kesalahan Habib Bahar tersebut.
"Habib Bahar bin Smith telah membuktikan di Polda Jabar. Beliau berhasil mendidik para napi menghafal hadist Nabi Muhammad. Beliau juga berhasil memasukkan beberapa napi ke agama Islam. Bahkan beliau juga berhasil membuat napi suka bershalawat dan dicinta kepada Nabi Muhammad SAW," jelas Habib Novel Alaydrus.
"Inilah cucu Nabi Muhammad SAW yang patut dihargai jasanya oleh bangsa ini. Meski pun beliau tersandung kasus hukum dan punya kesalahan. Tapi jangan sampai melupakan jasa-jasanya karena satu kesalahannya. Itulah sikap seorang mukmin yang baik," tandas Habib Novel Alaydrus.
Sebelumnya, seperti diketahui Habib Bahar bin Sminth kembali jadi tersangka dan ditahan di Polda Jawa Barat. Usai ia terbukti bersalah menyampaikan berita bohong pada saat Habib Bahar mengisi ceramah di Kabupaten Bandung.
Baca Juga: Berpolemik dengan Gus Miftah, Dorce Gamalama Sebut 2 Ulama yang Melindunginya di Dunia
Sontak saja permintaan maaf Habib Novel Alaydrus ini menuai perhatian dari warganet di kolom komentar. Tak sedikit dari mereka yang memberikan tanggapan beragam.
"Miris sama manusia, karena satu kesalahan lupa dengan seluruh kebaikan. Semoga Allah jaga para Habaib kita," ujar akun Muhadzib Alfian**.
"Subhanallah di mata manusia, seribu kebaikan akan gugur dengan satu kesalahan manusia. Akan tetapi di mata Allah seribu kesalahan akan gugur dengan satu kebaikan,'' celetuk akun RISWAN**.
"Netizen yang mencaci ulama itulah dia yang rugi di hari akhri. Sekaliber kita yang tidak tau mendalam tentang agama mending berdoa untuk kebaikan dan yang dzolim semoga diadili oleh Allah. Stop saling mencari kebenaran kalau tidak tau apa-apa," ungkap akun Ardias**.
"Sebrengsek-brengseknya gue, gak pernah hina ulama, atau apapun yang berkaitan dengan ulama," sahut akun Dent Bago**.
"Semoga para Habaib dan ulama selalu dalam lindungan Allah SWT," harap akun Syarif Udi**.
Berita Terkait
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Murah Baterai 7000 mAh, Tahan hingga 2 Hari dengan Performa Kencang
- Rumah Lansia 82 Tahun Dieksekusi PN Jakbar Meski Masih Sengketa
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
Mural HUT ke-81 di Sukoharjo, Angka 8 Bergambar Pria Gendut, Angka 1 Pria Kurus
-
PGS Resmi Tutup Permanen Gara-gara Pailit, Pedagang Mulai Kosongkan Kios dan Pindah
-
BRI Optimalkan Likuiditas Dari Dana SAL Untuk Percepat Pembiayaan Sektor Riil
-
Menengok Rumah Slamet Riyadi yang Direhabilitasi, Sosok Pemberani yang Gugur di Medan Perang
-
Duh! PN Solo Tolak Gugatan Gusti Moeng Soal Nama PB XIV, Kabulkan Eksepsi Tergugat