Scroll untuk membaca artikel
Siswanto
Jum'at, 28 Januari 2022 | 10:47 WIB
Suasana desa miliarder, Desa Sumurgeneng, Kecamatan Jenu, Tuban [beritajatim]

"Petugas sering datang ke kebun. Mengiming-imingi pekerjaan untuk anak-anak tapi hanya bohong sekarang," kata dia.

Menanggapi protes warga menyangkut janji pekerjaan yang tak kunjung ditepati, perwakilan Pertamina Solikin meminta waktu dua pekan untuk menyelesaikan masalah perekrutan security.

"Hari ini belum ada keputusan karena harus dikoordinasikan dulu dengan pimpinan pusat," kata dia.

Menanggapi apa yang terjadi dengan warga Desa Sumurgeneng, Ketua DPD AA LaNyalla Mahmud Mattalitti mengatakan pemerintah harus memberikan solusi.

Baca Juga: Ironis, Warga Tuban Dulu Miliarder, Sekarang Menyesal Pernah Menjual Lahannya

LaNyalla berharap pemerintah menyiapkan skema pemindahan lahan jika terjadi penggusuran di Desa Sumurgeneng serta mengingatkan masyarakat yang terkena gusuran agar lebih bijak menggunakan uang ganti rugi.

"Saya cukup prihatin mendengar informasi penyesalan warga Desa Sumurgeneng, Tuban, yang menjual lahan sawahnya ke Pertamina. Pemerintah perlu merespons kondisi ini. Pasalnya, warga kehilangan pekerjaan dan kesulitan menciptakan pekerjaan pascalahannya digusur Pertamina," kata LaNyalla dalam laporan Antara.

Menurutnya, warga yang umumnya berprofesi sebagai petani, tidak mudah beralih pekerjaan setelah lahannya digusur. Permasalahan ini merupakan fenomena masyarakat yang seringkali terjadi jika ada penggusuran.

"Mereka akan kaya sebentar, namun karena tidak bisa mengelola uangnya, tidak berapa lama kemudian mereka menjadi miskin, kehilangan semuanya dan menganggur. Warga sering lupa jika mereka pun masih butuh pemasukan," katanya.

Senator asal Jawa Timur itu mengatakan potensi pembangunan di daerah sebenarnya sangat tinggi, baik itu disebabkan proyek strategis nasional maupun pembangunan jalan tol atau gedung.

Baca Juga: Warga Kampung Miliarder Tuban Menyesal Jual Tanah, Pakar Finansial Ingatkan Pentingnya Mitigasi Risiko!

"Ironisnya, ganti rugi uang yang besar justru tidak mampu mendukung pertumbuhan ekonomi. Sebaliknya, malah menyebabkan angka pengangguran dan kemiskinan meningkat," katanya.

Load More