Scroll untuk membaca artikel
Ronald Seger Prabowo
Selasa, 18 Januari 2022 | 19:08 WIB
Ilustrasi pelecehan seksual, pemerkosaan, kekerasan seksual. [Suara.com/Eko Faizin]

Keesokan harinya, 9 Januari 2022, korban dijemput oleh oknum yang mengaku sebagai anggota Polda Jateng dengan menunjukan kartu keanggotaannya. Yang katanya mau dibawa ke Polres Boyolali.

R, pun percaya dan tanpa ragu mengikuti oknum tersebut setelah melihat kartu anggota yang ditunjukkan. Oknum tersebut berjanji akan membantu kasus suaminya.

"R, akhirnya mengikuti dan betul dibawa ke Polres Boyolali. Akan tetapi di Polres Boyolali hanya masuk pintu gerbang, karena waktu itu ada persiapan apel," katanya.

Di Polres Boyolali hanya sebentar dan korban dan korban langsung dibawa keluar lagi oleh oknum tersebut dengan alasan akan dibawa ke Polda Jateng untuk mengurus suaminya.

Baca Juga: Diduga Lecehkan Korban Pemerkosaan, Kapolda Jateng Copot Kasatreskrim Polres Boyolali

R, sebetulnya sudah curiga karena yang bersangkutan mulutnya bau minuman keras. Tapi R, mencoba untuk berprasangka baik dengan mengikuti terus.

"Hampir masuk tol itu, R teriak, aku tak ketemu bojoku sek, masak harus kapolda dulu," imbuhnya.

Kemudian oknum terus menjawab "wes kowe manut aku sek. Saat korban mau melompat turun dijambak, ditarik dan diancam dengan pisau dan korban takut," ungkap dia.

Selanjutnya korban dibawa masuk tol dan berhenti di salah satu hotel di Bandungan, Semarang. Itu tetap dibawa ancaman dan terjadi pemaksaan.

Heri menambahkan, pelaku yang terkena pengaruh miras ditambah dengan hasratnya yang juga sudah terpuaskan akhirnya tertidur. Korban pun berhasil melarikan diri pulang ke Boyolali menggunakan ojek online.

Baca Juga: Korban Perkosaan Alami Pelecehan saat Lapor Polisi, Kapolda Copot Jabatan Kasat Reskrim

"Setelah itu bertemu saudaranya dan membuat laporan ke Polres Boyolali," sambungnya.

Load More