SuaraSurakarta.id - Generasi milenial sering digambarkan dengan lifestyle berlebihan. Bahkan milenial sering dianggap tak bisa mengatur keuangan untuk masa depannya.
Nemun demikian, memiliki kondisi keuangan yang sehat menjadi salah satu resolusi yang diinginkan generasi milenial untuk tahun ini.
Manajer Hubungan Masyarakat Qoala, Ricky Alexander Samosir, mengatakan kondisi keuangan yang sehat bisa menjadi salah satu penentu keuangan di masa depan.
"Jika kita sudah mengatur keuangan dengan baik sejak dini, ke depannya kita dapat terhindar dari risiko keuangan yang tidak diinginkan," kata Ricky dikutip dari ANTARA Minggu (9/1/2022).
Agar kondisi finansial sehat, pahami empat hal berikut ini ketika mengatur keuangan.
1. Piramida keuangan
Langkah pertama dalam memperbaiki kondisi finansial adalah bagaimana perencanaan keuangan dilakukan dan apa saja yang perlu disiapkan. Mempelajari piramida keuangan bisa membantu dalam menentukan prioritas.
Piramida keuangan ini adalah tingkatan menyiapkan dana darurat hingga investasi.
2. Prioritas kebutuhan
Baca Juga: 5 Tips Mencegah Boros Belanja Online Saat Menghadapi Promo Tahun Baru
Memahami keinginan dengan kebutuhan akan membantu mengatur keuangan. Catat dan hitung pengeluaran dengan benar setiap bulan untuk melihat mana pengeluaran yang wajib dan tidak wajib.
Dengan cara ini, pengeluaran akan sesuai dengan kebutuhan dan pendapatan.
3. Metode 50:30:20
Rumus 50:30:20 bisa digunakan untuk membantu mengatur keuangan, yaitu dengan membagi pendapatan bersih ke dalam tiga bagian.
Kebutuhan sehari-hari dan tagihan mendapat alokasi 50 persen dari pendapatan, sementara 30 persen bisa digunakan untuk hal-hal di luar kebutuhan wajib.
Sisihkan 20 persen dari pendapatan untuk tabungan dan investasi, misalnya dana darurat, asuransi dan dana pensiun.
4. Asuransi
Asuransi yang dimaksud bukan hanya untuk kesehatan, namun, bisa berupa asuransi jiwa, kendaraan, rumah dan asuransi lainnya sesuai dengan kebutuhan.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Debut Berujung Duka, Pemain Senegal Meninggal Dunia Usai Kolaps di Lapangan
-
Di Tengah Jalan Raya, Massa Polda DIY Gelar Salat Gaib Massal untuk Korban Represi Aparat
-
Massa Aksi di Depan Polda DIY Dibubarkan Paksa oleh Sekelompok Orang Berpakaian Sipil
-
5 Fakta Mencekam Demo di Mapolda DIY: Gerbang Roboh hingga Ledakan Misterius
-
Suasana Mencekam di Depan Polda DIY, Massa Berhamburan Usai Terdengar Ledakan
Terkini
-
Ini Kondisi Museum Keraton Surakarta Usai Dibuka, Belum Semua Tersentuh Revitalisasi
-
Ikuti Owner Meeting di Jakarta, Maestro Solo Semakin Antusias Debut di PFL 2!
-
Gagal Kabur, Ini Momen Terduga Pelaku Pencurian Helm Diamankan Warga dan Tim Sparta
-
Cegah Sweeping Ormas Saat Ramadan, Polresta Solo Tingkatkan Patroli dan Pengawasan THM
-
Mandom Indonesia Perkokoh Kemitraan dengan Awak Media di Jantung Kota Solo