Scroll untuk membaca artikel
Ronald Seger Prabowo
Selasa, 24 Agustus 2021 | 20:43 WIB
Dari kiri ke kanan: Atlet para-menembak Hanik Puji Astuti, pelatih para-atlet Purwo Adi Sanyoto, Ajeng Widha Paramitha, dan atlet para-atletik Jaenal Aripin berfoto bersama jelang upacara pembukaan Paralimpiade Tokyo 2020, Selasa (24/8/2021). [ANTARA/HO-NPC Indonesia]

SuaraSurakarta.id - Kontingen Indonesia tampil mencolok dengan memamerkan beragam busana adat daerah saat parade defile dalam upacara pembukaan Paralimpiade Tokyo 2020 di Olympic Stadium, Selasa (24/8/2021) malam.

Menurut Wakil Sekretaris Jenderal NPC Indonesia Rima Ferdianto, seragam defile Indonesia sudah menarik perhatian sebelum upacara pembukaan dimulai.

“Sudah viral. Tadi banyak negara minta berfoto bersama kami,” kata Rima.

Seragam yang dikenakan tim Indonesia dalam defile dimodifikasi dari sejumlah baju adat tradisional dari Sumatera, Bali, Kalimantan, dan Papua yang disebut dapat mewakili keindahan dan keragaman busana Indonesia.

Baca Juga: Link Live Streaming Upacara Pembukaan Paralimpiade Tokyo 2020 Malam Ini

Dalam keterangan tertulis NPC Indonesia, baju defile kontingen Indonesia itu merupakan hasil desain perancang busana asal Solo Rory Wardana Poesponingrat. Rory mengangkat tema "Ratna Mutu Manikam" yang artinya sebuah nama kumpulan permata yang berkilau, untuk diwujudkan dalam busana adat daerah.

Atlet para-menembak Hanik Puji Astuti dan atlet para-atletik Jaenal Aripin yang didaulat sebagai pembawa bendera Indonesia dalam parade defile masing-masing tampil dengan baju adat Sumatera dan Bali. Mereka didampingi Ajeng Widha Paramitha dan Purwo Adi Sanyoto.

Modifikasi baju adat Sumatera yang dikenakan Hanik Puji Astuti, warna merah yang terbuat dari kain beludru yang dipadukan dengan songket merah dari pulau Sumatera yang dipadukan dengan benang putih serta ikat kepala yang didesain simpel dan tidak terlalu berat.

Kostum modifikasi dari Bali yang dikenakan Jaenal Aripin, masih menggunakan Udeng Bali putih. Kostum pria tersebut terbuat dari kain jaguar berwarna merah dengan ornamen bordir emas serta menutupi kain Prada merah putih.

Sementara itu modifikasi pakaian yang membalut tubuh Ajeng Widha merupakan perwakilan dari daerah Kalimantan, dengan warna merah yang terbuat dari kain motif jaguar dengan detail cumi-cumi Kalimantan dan dihiasi dengan manik-manik. Ikat kepala menggunakan tiruan Bulu Burung Engga.

Baca Juga: Kasus Dugaan Penipuan Rp 1,15 Miliar, Hari Ini David NOAH Diperiksa Polisi

Pakaian adat yang dipakai oleh Purwo Adi merupakan hasil modifikasi dari Papua yang menggunakan kain beludru merah sebagai pakaian atasan dengan kalung yang terbuat dari tiruan taring babi hutan. Mahkotanya terbuat dari bulu kasuari tiruan dan cangkang.

Load More