Scroll untuk membaca artikel
Budi Arista Romadhoni
Selasa, 17 Agustus 2021 | 15:33 WIB
Sejumlah anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) mengikuti Upacara Pengukuhan Paskibraka yang dipimpin Presiden Joko Widodo di halaman Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (12/8/2021). Kantor presiden mengalami perpindahan dari masa ke masa. [ANTARA FOTO/Biro Pers Media Setpres/Muchlis Jr]
Presiden ke-2 RI Soeharto dan istrinya, Siti Hartinah atau Tien Soeharto (instagram/@titieksoeharto)

Ketika tampil menggantikan Pak Harto, Presiden BJ Habibie (1998-1999) memilih menggunakan Istana Merdeka sebagai tempat kerjanya. Ruang kerja Presiden Habibie adalah bekas ruang kerja Bung Karno. Namun, untuk kediaman, ia memilih rumah pribadinya di daerah Mega Kuningan.

BJ Habibie. (Twitter @bj_habibie)

Istana Merdeka kembali dijadikan tempat kerja dan kediaman pribadi oleh Presiden ke-4 RI KH Abdurrahman Wahid. Presiden yang juga dikenal dengan nama Gus Dur itu menggunakan ruang kerja yang sama dengan Bung Karno dan Prof BJ. Habibie, hingga akhir masa jabatannya pada 2001.

Wimar Witoelar bersama Presiden Abdurrahman Wahid alias Gus Dur [Tangkapan layar Twitter]

Berbeda halnya dengan Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri. Megawati merenovasi Gedung Museum Puri Bhakti Renatama—dibangun Pak Harto guna menampung barang-barang suvenir—untuk ruang kerjanya sesuai dengan abad 21. Ada ruang kerja presiden, ruang menerima tamu, aula untuk sidang kabinet, dan ruang untuk konferensi pers. Seluruhnya dilengkapi dengan Wifi dan cyber optic untuk menjadikannya memenuhi syarat sebagai gedung pintar.

Maka, dalam ruang rapat kabinet itu tersedia layar lebar yang bisa diset ke berbagai ukuran. Setiap kursi punya akses intranet, internet, dan sumber daya listrik. Ukuran ruang sidang disesuaikan agar bisa menampung seluruh menteri plus sekian lembaga. Setiap kali kelengkapannya terus di-update, termasuk segala piranti pengamanannya.

Baca Juga: Megawati Mengaku Terbelenggu Bicara Saat Jadi Presiden Indonesia

Megawati Soekarnoputri, Ketua Umum PDIP (Antara/R. Rekotomo).

Presiden Megawati yang pertama berkantor di gedung pintar ini. Namun, Presiden Megawati tidak pernah menginap di istana. Ia memilih tetap tinggal di kediamannya di Jl. Teuku Umar, Jakarta.

Gedung itu juga yang digunakan oleh Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Presiden ke-7 RI Joko Widodo. Tak pelak lagi, bangunan inilah yang kini sering disebut Kantor Presiden RI.

Selama 10 tahun menjabat, Presiden SBY juga mendiami istana sebagai kediaman resmi. Sebagian Istana Merdeka menjadi hunian keluarganya.

Presiden SBY menerima penghargaan Sahabat Pers. (foto: Rumgapers/Abror Rizki)

Bila anak-menantu dan cucu datang berkunjung, Pak SBY bergeser ke Wisma Negara, gedung 6 lantai yang dibangun pada era Bung Karno untuk tamu negara. Di sana, ada sebagian ruang yang dimanfaatkan untuk ruang keluarga Presiden SBY.

Presiden Joko Widodo bersama keluarga di Istana Bogor.[Biro Pers Setpres]

Presiden Joko Widodo lain pula pilihannya. Selain menggunakan Kantor Kepresidenan, yang berada di antara Istana Merdeka dan Istana Negara, ia juga menggunakan ruang kerja di Istana Bogor, yang sekaligus sebagai kediaman resminya. Pada hari-hari tertentu, bila tak ada acara khusus di Jakarta, Presiden Jokowi berkantor di ruangan yang menghadap ke kehijauan Kebon Raya Bogor itu.

Baca Juga: Sempat Kehabisan, DIY Dapat Tambahan 167 Ribu Lebih Dosis Vaksin Covid-19

Load More