Pada 1913, Samanhudi pun diangkat sebagai Ketua Sarikat Indonesia (SI) seluruh Indonesia.
Dikutip dari buku Haji Samanhudi (1983) karya Mulyono, nama lahir Samanhudi adalah Wirjowikoro, nantinya dikenal dengan nama Sudarno Hadi. Nama Samanhudi dipakai setelah Wirjowikoro menunaikan ibadah haji.
Ayah Samanhudi merupakan seorang pengusaha kain batik
Dikutip dari situs Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Samanhudi semasa kecil memperoleh pendidikan agama Islam dan pendidikan umum di SD Bumiputera kelas satu di Surabaya.
Samanhudi di Surabaya tidak hanya belajar tapi juga berdagang. Dengan ilmu yang diperoleh membuat Samanhudi terjun ke dunia perdagangan batik.
Jiwa dagangnya sudah ada sejak lama dan mudah menarik hati masyarakat.
Sebagai saudagar, dia mengadakan hubungan dagang dengan pedagang diberbagai kota, seperti Surabaya, Bandung, Purwokerto, dan Banyuwangi.
Tidak hanya diberbagai kota di Indonesia tapi juga dengan orang-orang China dan Arab.
Meninggal
Baca Juga: Layanan Purna Jual Mitsubishi Indonesia Berikan Kontribusi Terhadap Pemasaran Juli 2021
Pada 1920, kesehatan Samanhudi mulai terganggu. Kondisinya itu membuatnya tidak bisa aktif lagi di dalam organisasi.
Meski sakit dan kondisi menurun, namun Samanhudi masih bisa menginspirasi ide-ide terhadap pergerakan nasional waktu itu.
Pada 28 Desember 1956, Samanhudi wafat di Klaten. Beliau dimakamkan di Desa Banaran, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo.
Untuk menghormati dan mengenang perjuangan Samanhudi sebagai pahlawan pergerakan. Yayasan Warna Warni mendirikan Museum Haji Samanhudi di Laweyan pada 2008 silam.
Namun, pada 2012 lalu Museum Haji Samanhudi dipindah di Jalan KH Samanhudi Nomor 75 Kelurahan Sondakan, Kecamatan Laweyan tepatnya di balai Kantor Kelurahan Sondakan.
Pada museum tersebut menampung sejumlah dokumen tentang kehidupannya, terutama tentang kisah dan perjuangannya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- 3 Rekomendasi Helm Half Face Rp200 Ribuan yang Paling Dicari Bikers, Nyaman Buat Harian
- Defisit APBN 'Cuma' 0,91 Persen, Purbaya Khawatir Kementerian-Lembaga Minta Anggaran Tambahan
- Viral Karnaval Mirip Ritual Satanisme di Pekalongan, Ada Penyembelihan Hewan dan Okultisme
- Polisi Sebut Wanita di Video Viral Biksu Thailand Mendadak Kaya Sejak Bolak Balik Masuk Kuil
Pilihan
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
-
Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699
-
Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
-
Ada Pelantikan di Istana Sore Ini, Pratikno Ngaku Dapat Undangan Mendadak
Terkini
-
Kisah Ahda Dhiyaurrohman, Korban Kapal Virgo Transport 8 Asal Solo, Nekat Merantau Tanpa Restu Ortu
-
Dewi Natalia, Mantri BRI yang 14 Tahun Dampingi Pedagang dan Lawan Jerat Rentenir
-
Warung Makan Non Halal di Sukoharjo Diduga Dibakar oleh OTK
-
Holding Ultra Mikro 5 Tahun, Jutaan UMKM Makin Berdaya
-
Mantan PMI Tati Purwanti Kembangkan Bubur Cirebon hingga Jantung Kota Taipei