SuaraSurakarta.id - Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) memberikan dampak besar terhadap ekonomi di Kabupaten Sukoharjo.
Ditambang perpanjangan PPKM berdampak meningkatnya gelombang pailit di sejumlah sektor usaha seperti ritel, perhotelan hingga manufaktur di Sukoharjo.
PPKM membuar gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) jilid II menjadi ancaman para pekerja yang ditandai dengan pemangkasan gaji para pekerja.
Sejumlah perusahaan berskala besar hingga kecil masih kesulitan mencari pemasukan untuk menutup biaya operasional. Tingkat permintaan atau order belum sebanyak saat sebelum merebaknya pandemi Covid-19. Kondisi ini memunculkan gelombang PHK karyawan jilid II.
Menyadur dari Solopos.com, Sekretaris Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Sukoharjo, Endang Mulyani, mengatakan ada sejumlah perusahaan yang terpaksa mengambil kebijakan PHK lantaran minimnya pemasukan akibat pandemi Covid-19.
“Di wilayah Kecamatan Grogol, ada perusahaan yang melakukan PHK terhadap delapan karyawan. Sekarang masih dalam proses mediasi tripartit yang difasilitasi pemerintah,” kata dia, Minggu (8/7/2021).
Saat awal munculnya pandemi Covid-19 pada 2020, jumlah karyawan yang terkena PHK dan dirumahkan oleh perusahaan mencapai lebih dari 5.200 orang. Mereka berasal dari perusahaan yang bergerak di bidang tekstil, perhotelan, dan kesehatan.
Tak menutup kemungkinan, ledakan gelombang PHK jilid II kembali terjadi akibat pembatasan aktivitas usaha selama penerapan PPKM Darurat pada 3 Juli. “Kami hanya bisa memfasilitasi jika ada laporan terkait PHK karyawan oleh manajemen perusahaan. Kami juga memahami kondisi finansial masing-masing perusahaan berbeda,” ujar dia.
Lowongan Kerja
Baca Juga: Kasus Positif Covid-19 Meningkat, Karimun Kini Terapkan PPKM Level 4
Perusahaan yang mengambil kebijakan PHK dan merumahkan karyawan wajib melaporkan kepada instansi terkait. Apabila ada perusahaan lain yang membuka lowongan kerja maka petugas pengawas ketenagakerjaan bakal menghubungi mereka agar segera melamar dan mendapatkan pekerjaan baru.
Selama ini, Disperinaker Sukoharjo bersama Asosiasi Perusahaan Indonesia (Apindo) Sukoharjo dan perwakilan serikat pekerja melakukan monitoring di sejumlah perusahaan secara berkala.
“Jika ada persoalan yang erat hubungannya dengan ketenagakerjaan dicari solusi aklernatifnya. Termasuk bagi karyawan yang terkena PHK didorong agar segera mendapatkan pekerjaan baru lewat program jaminan kehilangan pekerjaan,” papar dia.
Ketua Apindo Sukoharjo, Yunus Arianto, menyatakan sebagian perusahaan masih berusaha bangkit dari keterpurukan akibat pandemi Covid-19. Perpanjangan PPKM memperlambat laju perekonomian daerah. Upaya percepatan pemulihan ekonomi akibat pandemi Covid-19 otomatis tertahan karena masa resesi ekonomi kian panjang.
Pria yang akrab disapa Ari itu mendorong percepatan vaksinasi bagi pekerja atau karyawan pabrik. “Perusahaan berupaya keras tidak mengambil langkah PHK karyawan. Namun, sekali lagi tergantung kondisi finansial perusahaan apakah kuat menahan beban operasional atau tidak,” kata dia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Grace Natalie Pamer Kaos Jokowi Berjaket PSI, Isyarat Gabung Makin Kuat
-
Jokowi Ulang Tahun ke-65, Warga Geruduk Kediaman Pribadi di Sumber Solo
-
Bulog Surakarta Optimistis Target Penyerapan Beras Tercapai Sebelum Akhir Tahun
-
Viral Peserta Pria Pakai Kebaya di Malam 1 Suro Pura Mangkunegaran Surakarta
-
Dua Residivis Curanmor Ditangkap Polresta Solo, Gasak Motor dan Ponsel Warga yang Tertidur