SuaraSurakarta.id - Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka akan menyiapkan kembali satu sekolah khusus untuk tempat isolasi OTG terpusat bagi ibu hamil, anak-anak dibawah umur 14 tahun dan orang berkebutuhan khusus.
"Nanti akan ada tempat isolasi khusus untuk ibu hamil, anak-anak dan lansia. Ini baru kita siapkan," terang Gibran saat ditemui usai rapat koordinasi Covid-19, Rabu (7/7/2021).
Gibran menjelaskan, intinya yang paling urgent sekarang adalah memisahkan yang sehat dengan yang sakit termasuk ibu hamil. Kasus Covid-19 di Kota Solo terus meningkat dan mulai menyerang anak-anak dan ibu hamil.
"Yang jelas kita harus memisahkan yang sakit dari yang sehat. Kuncinya itu," sambungnya.
Saat ini sudah ada delapan tempat isolasi OTG terpusat di Kota Solo, dua di Solo Techno Park (STP) dan Graha Wisata, sedangkan lima di sekolah-sekolah, yakni SDN Cemara 2, SMPN 8, SMPN 25, SMPN 19, SMPN 11, serta SDN Cengklik 1 dan 2.
Gibran pun akan menambah lagi salah satunya khusus untuk ibu hamil, anak-anak, dan lansia. Karena penambahan kasus Covid-19 di Solo terus bertambah.
"Ini sudah ada delapan tempat terpusat. Ini nanti akan kita tambah terus di sekolah-sekolah," ungkap dia.
Menurutnya, yang penting kan sekolah-sekolah itu bangunan sudah baru semua, kamar mandinya juga bagus. Terpenting warga nyaman di situ, karena masih ada warga yang isoman tidak tertib dan banyak ditemukan keluar-keluar, wedangan, pergi-pergi.
"Banyak yang seperti itu, merasa dirinya sudah sehat padahal masih sakit dan berpotensi menular. Saya lihat banyak yang isoman itu tidak tertib," imbuhnya.
Baca Juga: Naik Tajam, Kasus Harian Covid-19 Kaltim Tembus 726 Orang, Pasien yang Meninggal 19 Warga
Dengan lokasi karantina ini, nantinya semua OTG yang isolasi mandiri di rumah tanpa kecuali akan diangkut ke tempat isolasi OTG terpusat. Ini agar treatmentnya lebih efektif dan tidak kembali menular semakin banyak.
Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Solo, Siti Wahyuningsih mengatakan jika delapan tempat isolasi terpusat di Kota Solo beberapa sudah terisi.
"Yang sudah diisi STP dan SD Cemara, tapi tadi minta izin SMP 8. Saya juga tadi bilang bu Camat, jika SMP 25 hari ini mau diisi," ucapnya.
Ning menambahkan, masih banyak warga yang belum disiplin protokol kesehatan. Sehingga banyak kasus yang bermunculan terutama yang OTG.
"Kuncinya sebenarnya satu disiplin protokol kesehatan. Masih banyak masyarakat yang belum disiplin protokol kesehatan, padahal itu sangat penting sekali," tandas dia.
Kontributor : Ari Welianto
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
PGS Resmi Tutup Permanen Gara-gara Pailit, Pedagang Mulai Kosongkan Kios dan Pindah
-
BRI Optimalkan Likuiditas Dari Dana SAL Untuk Percepat Pembiayaan Sektor Riil
-
Menengok Rumah Slamet Riyadi yang Direhabilitasi, Sosok Pemberani yang Gugur di Medan Perang
-
Duh! PN Solo Tolak Gugatan Gusti Moeng Soal Nama PB XIV, Kabulkan Eksepsi Tergugat
-
BRI Dorong Remitansi PMI Jadi Modal Usaha Produktif Melalui Pelatihan Kewirausahaan di Taiwan