Budi Arista Romadhoni
Minggu, 06 Juni 2021 | 08:40 WIB
Museum Purba Sangiran di Sregan, Jawa Tengah. (Solopos/Instagram)

Berbeda dengan pincuk yang dibuat dengan bentuk mengerucut, takir berbentuk segi empat. Di kedua ujung lipatan biasa diberi sematan lidi agar lebih kuat dipakai untuk menampung makanan. Untuk menambah kesan estetis, takir itu diberi hiasan janur kuning melingkar.

Di wadah itu terdapat aneka macam makanan mulai dari nasi uduk atau nasih gurih, suwiran ayam, kedelai hitam yang digoreng, ikan wader, peyek kacang tanah dan kerupuk.

Namun, sega plontang saat ini relatif sulit didapatkan karena tidak dijual di warung manapun. Pasalnya, sega plontang hanya ada pada momen-momen tertentu seperti pada saat ada upacara adat di desa-desa.

Sega plontang biasa dipakai masyarakat Sragen untuk menjamu tamu pada acara bancaan, sedekah setelah ada yang melahirkan, meninggal dunia atau mau melangsungkan pernikahan dan lain-lain.

Load More