SuaraSurakarta.id - Amarah RA, warga Jebres Kota Solo tampaknya tak bisa dibendung lagi hingga akhirnya dia nekat menculik, menyekap serta menyetrum mantan pacar istrinya di Tempat Permakaman Umum (TPU) Purwoloyo, kota setempat.
Kisah penyiksaan terhadap Lucas Tandy Budiman, yang merupakan mantan pacar sang istri, bermula lantaran korban sering menggangu istri RA.
Pria berusia 27 tahun itu pun kini harus mendekam di tahanan Polres Sukoharjo lantaran, Lucas melaporkannya ke polres setempat, yang notabene merupakan wilayah temaptnya tinggal.
"Saya dendam karena dia sering menggangu keluarga saya," tutur RA saat konferensi pers seperti dilansir Solopos.com-jaringan Suara.com di Mapolres Sukoharjo pada Selasa (13/4/2021).
Dalam melakukan aksinya, RA dibantu beberapa orang, yakni DS yang merupakan adik RA, kemudian EA dan A. Kedua orang terakhir, EA dan A kekinian masih buron.
Menurut informasi yang dihimpun, peristiwa tersebut terjadi pada 16 Maret 2021 sekitar pukul 22.00 WIB. Awalnya, sang istri mengeluh kepada RA bahwa ia diludahi mantan pacarnya, Lucas. Lantaran tak terima istrinya diludahi sang mantan, RA bersama temannnya, EA, mencari keberadaan Lucas.
Tak hanya EA, RA juga meminta bantuan sang adik DS dan teman lainnya A untuk ikut mencari Lucas. Akhirnya, mereka menemukan Lucas di rumahnya di Blimbing, Gatak. Keempat pelaku ini lantas menemui Lucas dan mengajaknya membicarakan masalah itu secara baik-baik.
Tetapi, Lucas terus mengelak dan mengatakan tidak pernah meludahi istri RA. Pelaku akhirnya naik pitam kemudian menyerat Lucas ke dalam mobil dan membawanya ke area TPU Purwoloyo. Selama di pemakamam, pelaku mengikat tangan dan kaki korban. Kemudian pelaku menyiksa korban menggunakan alat setrum listrik.
"Korban ini disiksa dan disetrum badan, kaki kanan, dan kiri. Lalu tangan kanan dan kirinya juga disetrum," kata Kapolres Sukoharjo AKBP Bambang Yugo Pamungkas kepada Solopos.com, Selasa (13/4/2021).
Baca Juga: Bikin Surat Wasiat, Wanita Ini Wariskan Semua Uang untuk Cinta Pertamanya
Dari keterangan yang diperoleh Bambang Yugo, korban disekap dan disiksa selama sehari. Setelah puas menyiksa Lucas, pelaku membawa korban kembali ke rumahnya. Sesampainya di rumah, korban diturunkan dari mobil. Sebelum itu, korban kembali mendapat pukulan di mata sebelah kiri.
Lantaran kejadian itu, korban melaporkan kasus penculikan dan penyiksaan ini ke polisi. Menerima laporan tersebut, polisi langsung mencari pelaku dan mengamankan RA dan DS.
"Kasusnya ini murni dendam karena korban ini mantan pacar istrinya pelaku RA. Korban juga sering mengganggu istrinya pelaku. Puncaknya saat istrinya diludahi korban," katanya.
Namun, dia mengatakan berdasar hasil pemeriksaan kepada istri RA, korban tidak pernah meludahinya. Sang istri mengadu ke suaminya lantaran merasa sakit hati dan sering diganggu korban.
Berita Terkait
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Ramai Tren Downgrade Lifestyle, Desainer Pilih Bedakan Produk Retail dan Wastra
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Gibran Kalahkan Prabowo di Puncak Elektabilitas, Begini Respon Santai Jokowi
-
Undangan Sudah Diterima, Jokowi dan Ajudan Tegaskan Bakal Hadir Jadi Saksi di Sidang Roy Suryo
-
Tutup Jalan Slamet Riyadi, Aliansi Mahasiswa Soloraya Teriakkan 'Prabowo-Gibran Penuh Kegagalan!'
-
Refleksi 100 Tahun Sumpah Pemuda, GSI Kumpulkan Ratusan Anak Muda Lintas Organisasi di Kota Solo
-
Demo di Rumah Jokowi, Massa Bawa Spanduk Gibran 'Anak Haram Konstitusi' Tuntut Mundur dari Wapres