Sejumlah warga menyaksikan kebakaran kilang minyak Pertamina Balongan, Indramayu, saat kejadian perrama. [ANTARA/Khaerul Izan]
SuaraSurakarta.id - Kebakaran kembali melanda tangki penyimpanan BBM Pertamina RU VI Balongan, Kamis (4/1/2021) malam sekitar pukul 20.00 WIB.
Belum diketahui penyebab api kembali menyebar. Namun kalanan di sekitar kilang Balongan kembali ditutup.
Upaya pemadaman pun langsung dilakukan pihak pertamina bersama pemerintah setempat.
Info itu dikabarjan akun Instagram @Indramayuterkini dan langsung banjir komentar warganet.
Api kembali membesar di salah satu tangki T-301 kilang minyak Pertamina Refenery Unit VI Balongan.
Seperti diketahui, kobaran api di penyimpanan BBM Pertamina RU VI Balongan sempat padam, kemarin pagi.
Bahkan sudah tidak terdapat kepulan asap pada siang hari usai dilakukan prosedur offensive fire fighting.
Berita Terkait
Terpopuler
- Survei: 55 Persen Pemilih Prabowo Tidak Akan Memilihnya Kembali pada Pilpres 2029
- Presiden RI Minta Maaf ke Malaysia - Singapura Akibat Asap, Tapi Itu SBY...
- Rapor Prabowo-Gibran dan Para Menteri Anjlok, Purbaya yang Dicopot Justru Jadi Menteri Terbaik
- 5 Sabun Cuci Muka Retinol untuk Atasi Penuaan: Bikin Wajah Halus, Cerah, dan Kencang
- Pelembap Viva Hijau vs Kuning, Apa Bedanya? Ini Manfaat Keduanya untuk Wajah
Pilihan
-
Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud Bungkam usai Viral Sarapan di Singapura
-
KPK Kembali Gelar OTT: Amankan Sejumlah Pihak di BNPB
-
Ungkap Banyak Kasus Besar, Dirtipideksus Bareskrim Brigjen Ade Safri Justru Diganti
-
Inilah 5 Menteri yang Kinerjanya Paling Buruk Menurut Survei CELIOS
-
Polri Gerebek Sarang Narkoba Kampung Boncos dan Ambon! Operasi Masih Berlangsung
Terkini
-
Momentum Bulan Inklusi Keuangan, BRILink Agen Hadirkan Akses Keuangan hingga Pelosok
-
Andi Azwan Tegaskan, Gibran Segera Tunjukkan Ijazah Setara SMA
-
MotoGP Mandalika 2026 Jadi Peluang BRI Perkuat Ekonomi Lokal dan Pariwisata Olahraga
-
Persis Solo Mandul di Manahan, De Red FC Pulang Bawa Satu Poin
-
BRI Perkokoh Reputasi Nasional, Nilai Merek Capai USD6,9 Miliar Versi Brand Finance