SuaraSurakarta.id - Limbah udara PT Rayon Utama Makmur atau RUM, Kecamatan Nguter, Sukoharjo dipermasalahka masyarakat. Limbah dari industri tersebut menimbulkaan bau yang sangat mengganggu.
Pemerintah Desa Mulur, Kecamatan Bendosari, melayangkan surat sebagai bentuk protes. Surat itu berisi permintaan agar PT RUM segera membenahi pengelolaan limbah udara lantaran bau busuknya mengganggu kenyamanan masyarakat.
Limbah udara tak hanya tercium warga wilayah Nguter tapi juga daerah lain Bendosari, Sukoharjo, dan Polokarto.
Biasanya, bau busuk itu tercium saat sore hari atau malam hari. Warga sampai mengalami pusing dan mual setelah mencium bau busuk selama puluhan menit.
Mereka terbangun dari tidur gara-gara mencium bau busuk limbah PT RUM Sukoharjo yang menyengat hidung. Bau busuk itu merebak selama puluhan menit.
“Bau busuk itu sangat mengganggu kenyamanan masyarakat. Saya tak bisa khusyuk saat menunaikan Salat Tahajud pada dini hari. Belum lagi istri dan anak-anak yang mengeluhkan bau busuk saat malam hari,” kata Kepala Desa Mulur, Sugeng Riyadi, dilansir Solopos.com media jaringan Suara.com, Rabu (6/1/2021).
Sugeng juga menerima keluhan serupa dari masyarakat setempat selama beberapa hari terakhir. Mereka tak bisa tidur nyenyak gara-gara mencium bau busuk saat malam hari. Bau busuk itu kadang juga muncul pada pagi hari saat masyarakat beraktivitas.
Karena itu, Sugeng mengirim surat resmi beberapa hari lalu. Ia meminta manajemen PT RUM Sukoharjo yang memproduksi serat rayon itu membenahi pengolahan limbah udara agar tak menimbulkan bau tak sedap.
“Saya beri waktu selama sepekan agar manajemen perusahaan itu menindaklanjuti permintaan kami. Jika mereka tak menggubris, saya bakal kembali melayangkan surat resmi hingga tiga kali. Jika tetap muncul bau busuk, saya bakal menemui langsung manajemen perusahaan,” ujarnya.
Baca Juga: Plang DPW FPI Kota Surakarta Dirobohkan Aparat Gabungan
Mengurangi Produksi
Selain Desa Mulur, warga sebagian wilayah Bendosari juga kerap mencium bau busuk hampir setiap hari. Misalnya, warga Desa Manisharjo yang berjarak puluhan kilometer dari lokasi pabrik. Limbah udara itu kerap terbawa angin dan tercium warga wilayah tersebut.
Masyarakat meminta agar manajemen PT RUM mengurangi jumlah produksi untuk meminimalkan bau busuk. “Pada 2019, Pemkab Sukoharjo mengirim surat ke manajemen PT RUM agar mengurangi jumlah produksi. Kami tak meminta menutup pabrik dan mendukung investasi yang bisa menyerap tenaga kerja. Permintaan msyarakat cukup sederhana yakni bau busuk hilang selamanya,” kata seorang warga Desa Manisharjo, Sarti.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sukoharjo, Agustinus Setyono, mengatakan telah melakukan pengawasan lingkungan hidup terhadap limbah udara dari PT RUM. Petugas bakal mengecek ke lapangan untuk memastikan apakah masih muncul bau busuk atau tidak dari limbah PT RUM Sukoharjo.
Sebelumnya, General Manager (GM) HRD PT RUM, Hario Ngadiyo, mengatakan manajemen berupaya keras untuk membenahi pengelolaan limbah udara dan melakukan tata kelola lingkungan hidup.
Manajemen perusahaan telah memasang beberapa instalasi pengolahan limbah seperti NaHS creps machines dan heat exchanger atau mesin pendingin.
Berita Terkait
Terpopuler
- Survei: 55 Persen Pemilih Prabowo Tidak Akan Memilihnya Kembali pada Pilpres 2029
- Presiden RI Minta Maaf ke Malaysia - Singapura Akibat Asap, Tapi Itu SBY...
- Rapor Prabowo-Gibran dan Para Menteri Anjlok, Purbaya yang Dicopot Justru Jadi Menteri Terbaik
- 5 Sabun Cuci Muka Retinol untuk Atasi Penuaan: Bikin Wajah Halus, Cerah, dan Kencang
- Pelembap Viva Hijau vs Kuning, Apa Bedanya? Ini Manfaat Keduanya untuk Wajah
Pilihan
-
KPK Kembali Gelar OTT: Amankan Sejumlah Pihak di BNPB
-
Ungkap Banyak Kasus Besar, Dirtipideksus Bareskrim Brigjen Ade Safri Justru Diganti
-
Inilah 5 Menteri yang Kinerjanya Paling Buruk Menurut Survei CELIOS
-
Polri Gerebek Sarang Narkoba Kampung Boncos dan Ambon! Operasi Masih Berlangsung
-
Prabowo Mau Ganti Panglima TNI dan Jaksa Agung Pekan Ini, Tapi...
Terkini
-
Momentum Bulan Inklusi Keuangan, BRILink Agen Hadirkan Akses Keuangan hingga Pelosok
-
Andi Azwan Tegaskan, Gibran Segera Tunjukkan Ijazah Setara SMA
-
MotoGP Mandalika 2026 Jadi Peluang BRI Perkuat Ekonomi Lokal dan Pariwisata Olahraga
-
Persis Solo Mandul di Manahan, De Red FC Pulang Bawa Satu Poin
-
BRI Perkokoh Reputasi Nasional, Nilai Merek Capai USD6,9 Miliar Versi Brand Finance