Fenomena Caleg Datangi Mbah Dukun, Sosiolog FISIP UNS: Mereka Tidak Pede Bertemu Konstituen

Mereka menemui ahli supranatural untuk melancarkan jalan menuju Pemilu 2024 dengan cara dibukakan auranya agar makin kharismatik saat berhadapan dengan masyarakat.

Ronald Seger Prabowo
Selasa, 29 Agustus 2023 | 13:17 WIB
Fenomena Caleg Datangi Mbah Dukun, Sosiolog FISIP UNS: Mereka Tidak Pede Bertemu Konstituen
Bukan rahasia umum sejumlah ahli supranatural atau mbah dukun didatangi sederet politikus menjelang tahun politik, termasuk Pemilu 2024 mendatang. [Suara.com/Ema Rohimah]

SuaraSurakarta.id - Bukan rahasia umum sejumlah ahli supranatural atau mbah dukun didatangi sederet politikus menjelang tahun politik, termasuk Pemilu 2024 mendatang.

Mereka menemui ahli supranatural untuk melancarkan jalan menuju Pemilu 2024 dengan cara dibukakan auranya agar makin kharismatik saat berhadapan dengan masyarakat.

Salah satunya diungkapkan ahli supranatural asal Juwiring, Kabupaten Klaten, Ki Aji Sabdo Pamungkas yang sudah 10 tahun terakhir menerima 'pasien' dari para calon anggota legislatif atau caleg.

Saat dihubungi Suarasurakarta.id, Sosiolog FISIP UNS, Akhmad Ramdhon tak menampik fenomena tersebut yang terjadi jelang tahun politik.

Baca Juga:ICW Temukan 24 Mantan Koruptor Nyaleg DPRD dalam DCS Pemilu 2024

Ramdhon menilai, praktik caleg mendatangi ahli supranatural salah satu bentuk ketidakpedean dalam menghadapi masyarakat atau calon pemilih.

"Mekanisme kampanye kan sejatinya sebagai bagian tahapan mesti jadi ajang sosialisasi dan memaksimalkan pendidikan politik bagi konstituen," kata dia, Selasa (29/8/2023).

Menurutnya, salah satu prinsip demokrasi adalah rasionalitas. Dimana seorang calon pemimpin akan diuji atau menawarkan gagasan/visi maupun program sebagai basis pemilih menentukan pilihannya.

Akhmad Ramdhon menambahkan, konsekuensi dari demokrasi yang sedang dan terus berkembang, maka salah satu tantangannya adalah kapasitas aktor yang kompleks.

"Praktek tindakan irasional menjadi pilihan bagi demokrasi yang rasional. Situasi tersebut tentu saja jadi paradoks dalam perkembangan demokrasi kita," jelas Ramdhon.

Baca Juga:Profil Pinka Hapsari, Anak Puan Maharani yang Nyaleg 2024

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini