Selama pengerjaan di Masjid Zayed ini, ia melibatkan enam bengkel las. Di mana masing-masing bengkel itu memperkerjakan lima hingga enam orang.
"Saya melibatkan enam bengkel las, itu memang mitra saya. Pemilik bengkel juga kesulitan membayar para pekerja," sambungnya.
"Pernah belanja material dengan total Rp 18 juta, tapi baru dibayar Rp 8 juta. Jadi masih menyisakan utang ke toko Rp 10 juta," lanjut dia.
Menurutnya tidak hanya dirinya saja yang punya masalah. Ada tiga orang lain yang memiliki pengalaman sama dengan PT Galang Insan Nusantara, ada yang dari Palur (Karanganyar), Kabupaten Rembang, hingga Yogyakarta.
Ahmad menambahkan sudah mengadu ke Pemerintah Kota (Pemkot) Solo, termasuk ke Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka.
"Tidak ada respons setiap kali saya mengirim pesan Whatsapp (WA) untuk penagihan. Saya sudah membuat aduan juga ke Pemkot, berharap ini bisa dibayarkan," jelas dia.
Semetara itu Perwakilan PT Galang Insan Nusantara, Uko, mengataka telah menyerahkan permasalahan ini kepada kuasa hukum perusahaan.
“Semua sudah saya serahkan masalah ini ke kuasa hukum, jadi saya tidak berkomentar,” pungkasnya.
Kontributor : Ari Welianto