BPBD jika ada kejadian tanah longsor di badan jalan jalur SSB, kata dia, biasanya memberikan bantuan tangki air untuk membersihkan jalan agar saat dilewati kendaraan tidak licin.
Dia mengatakan jalur SSB di wilayah Boyolali memang sudah dipetakan sebagai jalur rawan tanah longsor begitu juga di tingkat Provinsi. Untuk itu, masyarakat yang wilayah tebingnya curam atau lurus ketika turun hujan memang harus berhati-hati. Masyarakat ketika terjadi longsor segera mengamankan diri di tempat yang aman.
"Bencana longsor terjadi ketika air tanah sudah jenuh atau basah kemudian terkena hujan deras sehingga bisa tanah turun ke bawah," ujar dia.
Dia mengatakan daerah Selo dan Cepogo kebetulan desa tangguh bencana sudah berjalan dengan baik, sehingga masyarakat sebenarnya sudah siap jika terjadi bencana tanah longsor sewaktu-waktu. Desa tangguh bencana seperti Jrakah, Tlogolele, Lencoh, Samiran dan masyarakat sudah paham potensi bencana itu.
Baca Juga:Wow! Kunjungan Wisatawan ke Jateng di 2022 Capai 291% dari Target
"Jika terjadi bencana, BPBD akan bergerak cepat untuk menyelesaikan. Puncak musim hujan diperkirakan pada Januari hingga Pebruari sehingga harus sap semua," tegasnya.