Sebelum Kembali Masuk Islam, Nania Yusuf Ungkap Kegundahan Hati: Kalau Ibu Meninggal Siapa yang Doakan?

Pada 2009, Nania memutuskan pindah agama dan memeluk Kristen.

Ronald Seger Prabowo
Minggu, 22 Mei 2022 | 08:19 WIB
Sebelum Kembali Masuk Islam, Nania Yusuf Ungkap Kegundahan Hati: Kalau Ibu Meninggal Siapa yang Doakan?
Nania Yusuf. [Rena Pangesti/Suara.com]

SuaraSurakarta.id - Penyanyi Nania Yusuf mengungkapkan kegundahan hati sebelum akhirnya memutuskan kembali memeluk agama Islam.

Sepertu diketahui, jebolan Indonesian Idol itu memang terlahir sebagai seorang muslimah. Namun pada 2009, Nania memutuskan pindah agama dan memeluk Kristen.

Nania Yusuf meminta tolong kepada Gus Miftah untuk mengislamkan. Peristiwa ini terjadi di Omah Asa, pusat kebajikan yang didirikan sahabat Deddy Corbuzier tersebut.

Nania Yusuf mengakui, saat memantapkan hati menjadi seorang muslimah, pada Lebaran kemarin, ia akhirnya yakin kembali pada agama awal.

Baca Juga:Jusuf Hamka Bongkar Dua Sosok Penting yang Membawanya Jadi Konglomerat, Warganet: Masya Allah

"(Mau masuk Islam) dari beberapa tahun lalu. Tapi pas Lebaran kemarin, pijitin mami, ada perasaan nanti kalau ibu saya meninggal siapa yang mendoakan?," batin Nania Yusuf.

Nania Yusuf [Rena Pangesti/Suara.com]
Nania Yusuf [Rena Pangesti/Suara.com]

Nania Yusuf menegaskan, tidak mengalami mimpi atau hal spiritual lain yang membuat dirinya mau masuk Islam. Titik baliknya, ada saat ia bertemu sang ibu di momen Lebaran.

"Kalau dibilang simpel, sangat simpel. Tapi ini arti kebenaran," terang pemilik nama lengkap Kurniawati Yusuf ini.

Maka akhirnya, ia meminta sang manajer, Aziz untuk menghubungi Gus Miftah. Meminta tolong untuk membimbing bersyahadat.

Dengan mengenakan kerudung putih, Nania Yusuf mengucapkan kembali syahadat yang dibimbing Gus Miftah.

Baca Juga:Bukan karena Mimpi, Nania Idol Masuk Islam Kembali usai Bertemu sang Ibu: Ini Kebenaran

"Bismillahirrahmanirrahim, Asyhadu an laa," kata Gus Miftah yang diikuti Nania Yusuf.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini