Tak Mempan, Pakar Sebut Penyampaian Informasi COVID-19 Perlu Pendekatan Sosial-Budaya

Selalu disepelakan, perlu pendekatan sosial-budaya untuk menyampaikan informasi COVID-19

Budi Arista Romadhoni
Minggu, 31 Oktober 2021 | 10:10 WIB
Tak Mempan, Pakar Sebut Penyampaian Informasi COVID-19 Perlu Pendekatan Sosial-Budaya
Ilustrasi Covid-19. Selalu disepelakan, perlu pendekatan sosial-budaya untuk menyampaikan informasi COVID-19. (Freepik.com)

Pada peluncuran program ini turut hadir Direktur Aplikasi, Permainan, TV dan Radio Kemenparekraf Syaifullah, dan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sekaligus Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 Letnan Jenderal TNI Ganip Warsito.

Agar informasi dapat tersampaikan secara baik, Tim Lintas Disiplin UI mempersiapkan dua hal. Pertama, tim melengkapi acuan pengetahuan dengan glosari berisi penjelasan yang dapat dipahami orang awam non-medis. Kedua, tim menyiapkan visualisasi untuk “mengasatmatakan” virus dalam bentuk video yang berkaitan dengan cerita sehari-hari.

Untuk menyampaikan ke-2 hal tersebut agar dapat diterima oleh semua pihak, tim melaksanakan strategi dialog partisipatif, yakni komunikasi dua arah dengan peran pendamping. Metode yang digunakan adalah Training of Trainer (ToT) yang berlapis dan dapat direplikasikan ke seluruh Indonesia.

ToT tahap pertama dilakukan oleh tim lintas disiplin UI ke tim daerah, seperti pemerintah daerah atau pemangku kepentingan lainnya.

Baca Juga:Indonesia Datangkan 6,5 Juta Dosis Vaksin Pfizer, AstraZeneca dan Sinovac

Kemudian, ToT tahap kedua dilakukan oleh tim daerah dengan kelompok-kelompok sasaran termasuk klaster seperti pariwisata, pendidikan dan semacamnya.
[ANTARA]

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini