alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Isu Gelombang Ketiga Covid-19 Januari 2022, Aria Bima: Tidak Perlu Takut!

Budi Arista Romadhoni Senin, 04 Oktober 2021 | 17:53 WIB

Isu Gelombang Ketiga Covid-19 Januari 2022, Aria Bima: Tidak Perlu Takut!
Wakil Ketua Komisi VI DPR Aria Bima dan Wakil Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka saat meninjau vaksinasi di Pura Mangkunegaran, Senin (4/10/2021). [Suara.com/Ari Welianto]

Politisi PDIP Aria Bima meminta masyarakat untuk tidak takut dengan isu gelombang ketiga covid-19 pada januari 2022

SuaraSurakarta.id - Beredar kabar jika gelombang ketiga Covid-19 diprediksi akan terjadi pada Januari 2022 mendatang.

Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Aria Bima meminta kepada masyarakat agar tidak khawatir dan takut menghadapi gelombang ketiga Covid-29. 

"Kalau ada prediksi Januari 2022 ada lagi booming gelombang ketiga, tidak perlu perlu takut. Kita optimisme dengan prinsip gotong royong dan kesadarannya sudah mulai merata, saya yakinnya itu," terang Aria Bima saat ditemui usai meninjau vaksinasi di Pura Mangkunegaran, Senin (4/10/2021).

Aria Bima menegaskan, kalau sekarang sudah siap jika dibandingkan dengan dulu. Kalau sekarang baik jumlah obat atau fasilitas rumah sakit sudah siap semua.

Baca Juga: Update 4 Oktober: Positif Covid-19 Indonesia Tambah 922 Kasus, 31.054 Orang Masih Dirawat

Banyak korban yang meninggal akibat Covid-19 beberapa waktu lalu sudah membangun kesadaran masyarakat. 

"Kemarin kita tergagap-gagap dan itu wajar. Karena itu adalah pandemi, antara yang tertular dengan jumlah obat dan fasilitas rumah sakit tidak sebanding, itu terjadi di mana-mana," ungkap dia.

Menurutnya, kalau memang Januari 2022 ada gelombang ketiga sudah ada antisipasi betul 3 M dan 5 M harus dijalankan. 

New normal di seluruh stakeholder, baik itu sekolah, tempat ibadah atau tempat keramaian sekarang sudah mulai sadar. 

"Saya toh optimis kalau prediksi Januari ada gelombang ketiga, saya tidak khawatir. 

Baca Juga: Antisipasi Gelombang 3 Covid-19 di Indonesia, Ini Langkah yang Diambil Pemkot Yogyakarta

Karena kesadaran masyarakat dan kesiapan pemerintah serta prinsip kegotongroyongan ini sudah semakin matang, kita sudah tahu langgamnya apa, gerakannya apa," paparnya. 

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait