Apalagi kedua tim ini sempat perang psy war. Dimana Wali Kota Surakarta yang notabene pendukung Persis Solo tak sungkan menjuluki para pemain AHHA PS Pati menguasai bela diri kungfu.
Sementara itu, dikubu Atta Halilintar sebagai pemilik AHHA PS Pati sama sekali tak tersinggung atas komentar maupun psy war Gibran tersebut.
Atta menganggap psy war sebagai fenomena yang biasa dalam sepakbola. Justru hal tersebut harus dijadikan motivasi untuk tampil lebih baik lagi.
"Menurut saya itu lumrah. Kalau di sepakbola Eropa malah lebih ramai psy war antara kapten dan penggemar. Itu bikin pertandingan baik," ujar Atta Halilintar
Baca Juga:Deretan Menteri dan Ketum PSSI Dijadwalkan Hadiri Pembukaan Liga 2 2021 di Stadion Manahan
Kontributor : Fitroh Nurikhsan