![Mobil dinas Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka terpakir dan ditinggal di kompleks permakaman umum Cemoro Kembar, Mojo, Pasar Kliwon, Solo. [Suara.com/Budi Kusumo]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2021/06/23/16459-mobil-dinas-gibran.jpg)
Dia tercatat sudah tiga kali melakukan hal tersebut, yakni untuk mengawasi pungli di Gajahan, perusakan makam di Mojo, dan terakhir di SMK Batik 2 Solo.
Sosiolog Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Nurhadi menyebut aksi Gibran adalah sebuah simbol pengawasan khusus.
“Kendaraan dinas itu bisa menjadi simbol dari penggunanya. Artinya, walaupun Mas Gibran nggak di situ, tetap akan diawasi secara khusus. Mungkin juga karena Mas Gibran masih muda, tidak enak jika langsung memarahi orang yang lebih tua, maka menggunakan simbol,” kata Nurhadi saat dihubungi detikcom, Senin (23/8/2021).
Baca Juga:PTM SMK Batik 2 Solo Batal Digelar, Yayasan Akhirnya Minta Maaf ke Gibran