alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Mas Gibran, Stok Vaksin Covid-19 di Solo Menipis Lho, Hanya Cukup untuk Sepekan

Ronald Seger Prabowo Kamis, 22 Juli 2021 | 14:42 WIB

Mas Gibran, Stok Vaksin Covid-19 di Solo Menipis Lho, Hanya Cukup untuk Sepekan
Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka saat mendampingi lansia yang akan di vaksin Covid-19 di RSUD Bung Karno, Solo, Senin (1/3/2021). (Suara.com/Budi Kusumo)

Meski demikian, program vaksinasi bagi masyarakat Solo masih tetap berjalan seperti biasa.

SuaraSurakarta.id - Dinas Kesehatan (Dinkes) Solo telah mengajukan kembali dosis vaksin kepada pemerintah pusat dan pemerintah provinsi. 

Hal tersebut mengingat stok vaksin Covid-19 Solo menipis dan jumlahnya hanya bisa dipakai untuk vaksinasi pekan ini.

"Stok vaksin kita hanya cukup untuk sepekan ini," ujar Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Solo, Siti Wahyuningsih, Kamis (22/7/2021).

Ning, sapaan akrabnya menegaskan sudah mengajukan dosis vaksin kepada Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Tapi hingga saat ini belum ada kepastian kapan vaksin akan turun.

Baca Juga: Kapan Anak di Bawah 12 Tahun Bisa Disuntik Vaksin Covid-19? Ini Jawaban Kemenkes

"Kita mengajukan itu satu minggu sebelum Pak Menkes ke Solo. Kita mengajukan 50 ribu dosis vaksin, informasinya mau dikirim tapi tidak tahu kapan," ungkap dia. 

Untuk program vaksinasi bagi masyarakat Solo masih tetap berjalan seperti biasa. 

Hanya saja pelaksanaan dilakukan penjadwalan ulang, yang mana fokus untuk vaksin yang tersisa ini untuk penyuntikan dosis kedua.

"Program vaksinasi jalan terus. Kita berharap secepatnya bisa turun sehingga vaksinasi bisa berjalan lancar, untuk stok tergantung yang mau memberi," katanya.

Menurutnya, saat ini pelaksanaan vaksinasi di Solo rata-rata 5-6 ribu vaksin per harinya. Mungkin proses program vaksinasi akan sedikit diperlambat mengingat stok dosis vaksin menipis.

Baca Juga: Kata Pelajar Tentang Program Vaksinasi Covid-19 Anak dan Remaja

Hingga saat ini, capaian vaksinasi di Solo sudah mencapai angka 60 persen. Sementara untuk capaian penyuntikan vaksin dosis kedua baru mencapai 35 persen.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait