Apa Efek Amfetamin dan Metamfetamin, Narkoba yang Dipakai Suami Nindy?

Askara Parasady Harsono suami dari Nindy dinyatakan positif amfetamin dan metamfetamin. Apa efeknya?

Risna Halidi | Shevinna Putti Anggraeni
Rabu, 13 Januari 2021 | 16:27 WIB
Apa Efek Amfetamin dan Metamfetamin, Narkoba yang Dipakai Suami Nindy?
Suami dari Penyanyi Nindy Ayunda, Askara Parasady Harsono saat berjalan menuju ruang konferensi pers sebagai tersangka kasus penyalahgunaan narkoba di Polres Metro Jakarta Barat, Selasa (12/1/2021). [Suara.com/Alfian Winanto]

SuaraSurakarta.id - Askara Parasady Harsono diciduk polisi karena kasus penyalahgunaan narkoba pada Kamis (7/1/2021).

Hasil tes urine menunjukkan suami penyanyi Nindy Ayunda itu positif mengandung amfetamin dan metamfetamin.

"Yang bersangkutan positif amfetamin dan metamfetamin," kata Kombes Pol Ady Wibobo saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Senin (11/1/2021).

Narkoba amfetamin dan metamfetamin yang dikonsumsi suami Nindy Ayunda ini memang cukup banyak disalahgunakan. Padahal penyalahgunaan narkoba jenis ini bisa berdampak jangka panjang pada tubuh.

Baca Juga:Studi: Perempuan Lebih Berisiko Meninggal akibat Strain Baru Virus Corona

Amfetamin

Amfetamin merupakan obat stimulan sistem saraf pusat (SSP), yang cara kerjanya mengaktifkan reseptor di otak dan meningkatkan aktivitas sejumlah neurotransmiter, terutama norepinefrin dan dopamin. Dopamin ini dikaitkan dengan kesenangan, gerakan, dan perhatian.

Amfetamin biasanya digunakan untuk mengobati kondisi medis seperti gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktivitas (ADHD). Dahulu, obat ini juga digunakan untuk mengatasi narkolepsi dan membantu menurunkan berat badan.

Jika dikonsumsi tanpa resep dokter, amfetamin bisa membuat ketagihan dan penyalahgunaan. Efek jika digunakan tanpa arahan profesional medis pun sangat berisiko, terutama bila dikombinasikan dengan alkohol atau obat lain.

Efek samping negatif jangka pendek amfetamin dilansir dari Drug Abuse, meliputi mulut kering, sakit kepala, gangguan kognitif, kecemasan arah, kurang nafsu makan, hipertensi, detak jantung tidak teratur, pusing hingga disfungsi efeksi.

Baca Juga:Kurang Tidur Bisa Tingkatkan Infeksi Virus Corona, Begini Mengatasinya!

Sedangkan, efek jangka panjangnya meliputi paranoia, halusinasi, kejang, masalah pernapasan, kehilangan koordinasi, perilaku kekerasan, perilaku obsesif hingga mengidam obat.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Lifestyle

Terkini